Quantity over quality…
Apakah berlaku hubungan antara kuantitas dan kualitas? Ketika kuantitas berada di atas kualitas, lantas kita bisa mengatakan bahwa kualitasnya juga ikut terjamin. Atau mungkin juga berlaku sebaliknya. Ketika kualitas berada di atas kuantitas, apakah kita bisa menjamin bahwa yang dihasilkan tersebut sebanding dengan jumlahnya?
Tulisan ini hanya perenungan saya saja. Saya berpikir bahwa jika kita melakukan sesuatu—misalnya hal yang kita minati—dengan kuantitas yang tinggi, artinya pekerjaan tersebut dilakukan secara tekun dan berulang-ulang (10.000 hours), apakah akan menjamin kualitas pekerjaan itu? Atau malah hanya akan sia-sia karena mengabaikan kualitas.
Tapi, kemudian saya berpikir lagi, bahwa bisa saja terjadi kuantitas menghasilkan kualitas. Inilah yang saya namakan dengan konsep 3 jam 10 tahun. Bahwa segala sesuatu yang kita lakukan secara konsisten dan tekun—secara kuantitas—secara perlahan-lahan akan menampakkan kualitasnya. Proses kuantitas ini dinamakan sebagai latihan. Perbanyak saja dulu latihannya (kuantitas), hingga nanti kemudian kualitas pun ikut terbentuk.
Semakin banyak kuantitasnya, tentu juga akan memperbanyak ilmu dan pengalamannya. Dari kuantitas ini kemudian kita dapat memilih mana saja hal-hal yang dapat kita jadikan untuk meningkatkan kualitas. Intinya, semakin banyak kuantitas, kualitas pun akan mengikuti. Istilahnya lagi, semakin banyak kuantitas, semakin banyak “jam terbang”-nya.
Bagaimana menurut Anda?


abu faqih
/ 6 Juli 2011Tadinya saya curiga tulisan ini terinspirasi dari seorang dosen narablog itu (tau kan) tapi ternyata kesimpulan tulisan ini mengerucut pada teori yang beliau sampaikan di awal. Mungkin semacam tes atas suatu teori, dan hipotesisnya terjawab. Saya jadi teringat tulisan kata-kata bijak di footer sebuah merk buku tulis “Practice Make Perfect” … menarik ketika dihubungkan dengan ungkapan “Istiqomah lebih baik dari seribu karomah”
Rizal Dwi Prayogo
/ 7 Juli 2011Saya dapet inspirasinya waktu lagi baca buku tentang manajemen, kreativitas, marketing dan semacamnya. Penulisnya orang luar. Saya lupa judulnya. Di situ memang ada sub judul quantity over quality. Sy kembangkan lg dgn gaya bahasa saya sendiri. Salam
edratna
/ 9 Juli 2011Dalam kehidupan nyata, antara kualitas dan kuantitas sering tak berbanding lurus.
Seseorang yang dilatih bersama-sama, yang semuanya merupakan fresh graduate, hasilnya bisa berbeda. Seseorang yang mendapat nilai tertinggi di kelas, di lapangan belum tentu sukses menduduki jabatan, karena jabatan tertentu memerlukan kualitas orang yang tangguh, berani menghadai risiko, serta berani memutus. Banyak pekerjaan yang memerlukan paduan antara skill, kompetensi dan art.