Meskipun ungkapan pada judul tulisan ini banyak yang sepakat, tapi free software adalah antitesis dari ungkapan tersebut. Dengan kata lain, pendukung free software (freeware) memiliki satu ungkapan lain: ‘there is such thing as free lunch’. Tentu saja yang dimaksud free lunch disini adalah free software. Dan segala sesuatu itu memang tidak ada yang gratis, yang ada hanyalah ada pihak tertentu yang membayarnya (Someone must pay the price). Kita dapat gratisnya.
Lalu, darimana para perusahaan pembuat freeware mendapatkan dana? Jika mereka tidak memungut biaya dari konsumen. Di beberapa Negara Eropa dan Amerika, pajak mereka begitu tinggi. Salah satu alokasinya adalah untuk pembuatan dan pengembangan software gratisan ini. Jadi, perusahaan freeware tersebut dibiayai oleh pajak rakyatnya sendiri.
Dan Indonesia, sebagai konsumen (user) hanya tahu tinggal pakai saja. Jadi, tidaklah benar sebuah ungkapan ‘there is such thing as free lunch’, because someone has paid the price.


sYam
/ 3 Januari 2012Tapi gak mungkinkan mreka mau rugi. yah pada dasarnya tidak ada yg sebenar-benarnya free, dan sebagai dispensasiny ada titik dimana si penyedia gratis ini sebenarnya mendapatkkan keuntungan lebih dr barang gratisannya.
Salam kenal yo