Internasionalisasi Pendidikan di Negara Dunia Ketiga

Meskipun banyak menuai kontroversi, tren kurikulum pendidikan di Indonesia kini tengah berjalan ke arah internasionalisasi. Bahkan, tren kurikulum internasional ini seakan menjadi acuan berbagai institusi untuk meningkatkan nilai jualnya di mata masyarakat, terlebih lagi masyarakat dunia. Berbagai opini berkembang di masyarakat terkait istilah internasionalisasi dalam bidang pendidikan ini, termasuk juga yang terkait dengan ancaman terhadap eksistensi dari institusi pendidikan di Indonesia.

Internasionalisasi pendidikan di Indonesia, secara ekplisit tercantum dalam Pasal 32 RUU PT yang menyatakan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi dilaksanakan melalui: (a) penyelenggaraan pembelajaran yang bertaraf internasional; (b) kerja sama internasional antara lembaga penyelengara pendidikan tinggi Indonesia dan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi negara lain; dan (c) penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh lembaga penyelenggara pendidikan tinggi negara lain.

Sebagai salah satu negara yang ikut dalam penanda-tanganan kesepakatan GATS (General Agreement Trade in Services), yaitu perjanjian di bawah WTO (World Trade Organization) yang mengatur perjanjian umum untuk semua sektor jasa, mau tidak mau Indonesia harus membuka dan meliberalisasi bidang pendidikan kepada penyedia jasa dari luar negeri. Sepintas, kondisi ini mirip dengan UU BHP yang cenderung meliberalisasi pendidikan tinggi dan akan menjadi komoditas bisnis.

Liberalisasi pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat bersaing secara global. Meskipun sudah banyak SDM Indonesia yang mampu menembus pasar global, tapi fakta di lapangan mengatakan bahwa pasar semakin terbuka luas, pasar kerja di dunia global begitu dinamis dan menuntut kompetensi tinggi sehingga perguruan tinggi saat ini harus bisa menghasilkan lulusan yang go international.

Dampak dari kebijakan liberalisasi pendidikan adalah Pemerintah Indonesia mau tidak mau harus ikut merombak paradigma pendidikan nasional. Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban konstitusional, seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945: “untuk mencerdaskan kehidupan bangsa”. Pendidikan secara eksplisit telah ditetapkan sebagai komoditas bisnis dan layanan jasa.

Perubahan paradigma terhadap pendidikan nasional tersebut melahirkan konsekuensi logis, yaitu (1) pendidikan dianggap sebagai tradeable service, sehingga terbuka untuk penanaman modal asing; (2) pendidikan tidak lagi dianggap sebagai kewajiban konstitusi pemerintah terhadap rakyat.

Internasionalisasi Pendidikan

Dinamika pertumbuhan ekonomi dunia pada masa lalu banyak dikuasai oleh negara-negara dari benua Amerika dan Eropa, tapi kini geliat ekonomi itu justru mulai bergeser ke Asia. Pertumbuhan itu juga berlaku dalam bidang pendidikan. Tidak hanya itu, “tradisi tua” seperti ketenaran Oxford dan UCLA, saat ini tengah mendapat tantangan dari banyak perguruan tinggi di Asia, sehingga orang-orang di Eropa dan Amerika kini merasa perlu untuk menjalin kerjasama dengan Asia dalam internasionalisasi pendidikan.

Internasionalisasi pendidikan berawal dari UNESCO yang bertujuan untuk merehabilitasi pendidikan melalui kerjasama internasional. Negara-negara anggota UNESCO menerapkan internasionalisasi pendidikan sebagai proses pengintegrasian dimensi internasional dan dimensi interkultural ke dalam kegiatan akademik dan melalui pelayanan serta pelaksanaan fungsi institusi pendidikan.

Di seluruh dunia, ada lima alasan internasionalisasi pada institusi: (1) meningkatkan kesiapan peserta didik; (2) internasionalisasi kurikulum; (3) meningkatkan profil internasional lembaga; (4) memperkuat penelitian dan kemitraan internasional; dan (5) meningkatkan produksi pengetahuan.

Internasionalisasi pendidikan versi UNESCO bermakna pengembangan kerjasama antar institusi pendidikan di Indonesia dan luar negeri. Kerjasama itu memfasilitasi pertukaran gagasan, menghimpun berbagai kompetensi sumber daya, dan meningkatkan kualitas institusi pendidikan pada pihak yang terkait.

Internasionalisasi pendidikan telah dilakukan oleh institusi di Indonesia, seperti UI dan ITB. Kebanyakan kerjasama yang telah dilakukan adalah kerjasama dengan Belanda, Amerika, Eropa Timur, Australia, dan negara-negara di kawasan Asia, seperti Jepang dan Cina (kompas.com). Internasionalisasi pendidikan meliputi internasionalisasi kurikulum, internasionalisasi dosen, dan internasionalisasi mahasiswa.

Internasionalisasi kurikulum dicirikan dengan: (1) kurikulum diakui lembaga internasional; (2) terdapat kelas internasional; (3) ada joint course; (4) ada program Double Degree, yang didukung melalui Beasiswa Unggulan BPKLN Kemendikbud; dan (5) integrasi isu internasional ke dalam kurikulum. Sedangkan internasionalisasi dosen mencakup: (1) kerjasama riset; (2) pertukaran dosen; dan (3) konferensi internasional. Dan internasionalisasi mahasiswa mencakup beberapa program: (1) program sandwich; (2) kuliah online (teleconference); dan (3) pertukaran mahasiswa.

Harapan dari Internasionalisasi pendidikan ini adalah kita dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif secara global dan memiliki relasi yang luas, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Namun, bukan berarti internasionalisasi pendidikan ini menjadikan kita lupa terhadap indentitas dan jati diri kita sebagai warga negara Indonesia. Dari kerjasama internasional ini, diharapkan akan menghasilkan universitas-universitas kelas dunia (world class university) dan SDM yang berdaya saing secara global.

Selamat hari Pendidikan Nasional.

@rizaldwiprayogo

About these ads

One thought on “Internasionalisasi Pendidikan di Negara Dunia Ketiga

  1. Pingback: INTERNASIONALISASI PENDIDIKAN TINGGI | 1lyas's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s