Kebiasaan Mandi Orang Jepang

Bagi kebiasaan orang Indonesia, mandi sebagai kegiatan pembuka aktivitas di hari itu. Pemisah antara masih ingin berleha-leha dan siap untuk beraktivitas adalah mandi. Coba saja di akhir pekan, biasanya malas mandi karena masih ingin berleha-leha. Kalau sudah mandi bawaanya seger, gak pengen malas-malasan lagi.

Tapi, bagi kebiasaan orang Jepang, mandi dipandang sebagai kegiatan penutup di hari itu. Saat mereka akan beranjak ke pembaringan, biasanya suka mandi dulu atau berendam di ofuro (bak rendam). Dengan begitu, mereka merasa relaks setelah seharian beraktivitas. Makanya, orang Jepang mandinya suka larut malam.

Menariknya, orang Jepang hanya mandi satu kali dalam sehari, yaitu saat akan tidur saja. Pagi-pagi, mereka tidak akan mandi lagi, tapi hanya mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu mereka langsung berangkat ke tempat aktivitasnya masing-masing.

Bagi saya saat pertama kali mendengar ceritanya Takuya san, saya agak risih juga karena kebiasaan tersebut berbeda dengan budaya di kita. Kalaupun kita hanya mandi sekali dalam sehari, itu pun dilakukan di pagi hari saat akan berangkat ke tempat aktivitas. Malamnya kita (ya, kita!) tidak mandi lagi karena malas atau cuaca dingin.

Orang Jepang beranggapan bahwa badan mereka kotor setelah seharian beraktivitas, jadi mandi dilakukan sebelum tidur. Dan mereka menganggap juga saat bangun tidur, badan mereka masih bersih jadi tidak perlu mandi lagi. Hanya membersihkan dan menyegarkan muka (bagian kepala).

Saat musim panas pun ternyata orang Jepang mandi hanya sekali, yaitu saat sebelum tidur. Kalau saya, mandi dilakukan berdasarkan kegiatan di hari itu dan musim. Kalau musimnya sedang wajar (bukan musim dingin), saya biasa mandi dua kali sehari. Tapi, kalau sudah masuk musim dingin, saya mandi hanya sekali.

Pertimbangannya adalah di musim dingin kita tidak (sering) mengeluarkan keringat. Jadi, badan tidak bau keringat dan baju biasanya bisa dipakai dua hari. Cucian pun lebih sedikit dan hemat air. Pertimbangan lain, kalau mandi harus pakai air hangat yang akan meningkatkan tagihan gas. Maklum, konsumsi listrik dan gas biasanya meningkat saat musim dingin.

Tapi, kebiasaan mandi saya tidak mengikuti kebanyakan orang Jepang, yaitu mandi sebelum tidur. Karena sugesti yang tertanam di pikiran saya kalau mandi malam itu bisa membuat rematik (penyakit tulang). Saya mandi di pagi hari saat akan berangkat beraktivitas.

Belakangan saya ternyata menyadari juga, bahwa sebenarnya lebih efektif mandi sekali sebelum tidur. Pertimbangannya, justru mandi itu dilakukan untuk menutup hari dan membersihkan badan. Saat kita tidur, badan lebih bersih dan kualitas tidur (seharusnya) lebih baik. Bakteri dan virus yang kita bawa ke rumah setelah beraktivitas di luar juga bisa diminimalisasi dengan mandi malam.

Belakangan ini juga lagi wabah influenza, orang-orang Jepang sangat strict terhadap wabah penyakit. Sampai-sampai dilarang masuk kampus bagi yang sedang influenza. Maka, saya pikir memang baiknya mandi malam. Tapi, orang tua saya suka bilang, jangan mandi malam-malam karena khawatir akan rematik.

About these ads

One thought on “Kebiasaan Mandi Orang Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s