Sulit Mana? Sabar atau Syukur?

Dalam kehidupan ini, tentu banyak sekali cita-cita yang ingin kita raih, banyak harapan yang kita gantungkan, dan masih banyak orang-orang di sekeliling kita yang menggantungkan harapan pada kita.

Siapa yang tidak mau memiliki harta yang banyak untuk bisa lebih banyak memberi daripada menerima, siapa yang tidak mau memiliki ilmu yang tinggi dan bermanfaat untuk kemaslahatan bersama? Tentu itu impian semua orang. Ketika keadaan ternyata tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tentu perasaan kecewa itu akan timbul. Namun, ketika melihat kondisi orang-orang yang kurang beruntung di sekitar kita, apakah masih ada penghalang bagi kita untuk bersyukur?

Terkadang saya berpikir, mengapa orang-orang begitu hebatnya, memiliki semua apa yang diinginkan. Memiliki kekuasaan sekaligus kekayaan, memiliki ilmu sekaligus fasilitas pendukungnya. Namun, kutengok sisi lain dari mereka (punten, bukan bermaksud mencari kekurangan), ternyata dengan semua itu belum menjamin seseorang bahagia. Lalu apakah yang membuat seseorang bahagia?

Jadi teringat sebuah Hadits Rasulullah Saw yang berbunyi :
Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Dua kata yang simpel tapi butuh keikhlasan dan keistiqomahan dalam menjalaninya, yaitu : sabar dan syukur.
Pernah terlintas di pikiran saya, susah mana?bersabar atau bersyukur? lalu saya pun beranggapan syukur itu lebih mudah ketimbang sabar. Namun, ketika saya diberi kenikmatan oleh Allah, saya lupa mengucapkan alhamdulillah, lalu saya berkesimpulan sepertinya sabar lebih mudah.. Akan tetapi ketika saya ditimpa kesulitan, saya pun lupa mengucapkan innalillahi wa inna illaihi roji’un. Sebuah pemikiran yang konyol memang. Mudah-mudahan saya tak pernah lagi “mempertanyakan” aturan Allah yang sudah jelas untuk kebaikan umat-Nya.

Ya Allah, karuniakanlah di qolbu-qolbu kami kesabaran dan rasa syukur, sehingga kami ridho akan segala ketetapan-Mu dan bimbinglah kami untuk terus berbaik sangka akan segala takdir-Mu.” Amin

7 thoughts on “Sulit Mana? Sabar atau Syukur?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s