Hikmah Dari Balik Gunung

Alhamdulilah hari cerah, dan udara sangat sejuk pada Sabtu pagi itu di Gunung Parongpong atas. Aktivitas liburan kali ini adalah outbond, hiking bareng temen-temen (Fa’iz, alpian, adit, aji, taufiq, wahyu dkk..). Perjalanan dimulai jam 8, tak lupa membawa banyak perbekalan dan menyiapkan hapalan Q.S As-Shaff. Bismillah, kami bertujuh mulai menapaki gunung disusul teman-teman kami dari kelompok lain.

Setapak-demi setapak telah kami lalui, tak terasa badan telah basah oleh keringat. Namun itu semua terbayarkan ketika kami melihat pemandangan di belakang kami, subhanallah! Bandung terlihat semua dari atas sini, dan terasa kecil kota kelahiranku itu. Mahasuci Allah yang menghamparkan langit dan bumi tanpa tiang.

Tak terasa telah berapa jauh perjalanan yang telah kami lalui, walaupun jalanan banyak menanjak, tak terasa letih di wajah-wajah kami. Mungkin itulah suatu arti pentingnya amal jama’i, sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama akan terasa lebih ringan.

Setelah banyak tanjakan yang dilalui, akar-akar pohon yang terinjak, alhamdulillah sampai juga di puncak tertinggi. Subhanallah, ini lebih dahsyat lagi! Bandung terlihat lebih kecil lagi dari sebelumnya, rumah-rumah dengan gentengnya yang berwarna oranye terlihat mungil, terlihat situ Ciburuy di daerah Padalarang sana, sudah tidak terlihat jelas lagi Landmark kota Bandung : Menara Masjid Raya, Jembatan Pasopati. Indah nian di atas sini, membuat kami enggan turun, ingin menetap saja di atas sini, angan ku. Sayang sekali, tidak ada satu pun diantara kami yang membawa kamera, berharap ingin kembali dan mengabadikan semuanya..

Waktunya turun gunung, terasa ringan memang. Namun, salah satu temanku (alpian) keseleo kakinya sehingga harus sedikit pelan jalannya. Alhamdulillah, semua pulih kembali, perjalanan harus dilanjutkan dan cita-cita harus diperjuangkan, sebuah filosofi yang saya ambil dari hiking ini. Kita harus sampai di bawah lagi!

Tiba saatnya untuk rehat sejenak dari proses yang telah dilalui, kini waktunya untuk muroja’ah Q.S As-Shaff. Alhamdulillah lancar, iniilah yang menjadi titik tolak perjuangan kami, perjuangan dakwah kami. Mudah-mudahan Alllah selalu memudahkan hamba-hambaNya yang berjuang di jalannya.

Perjalanan turun gunung sedikit demi sedikit hampir selesai. Tempat kami tadi berkumpul sudah mulai terlihat, Fa’iz, aji dan yang lainnya mengumandangkan takbir kemenangan. Allahuakbar! sampai juga di pos keberangkatan. Sebotol air minum terasa segar kala itu.. Alhamdulillah.

Kadang dalam perjuangan hidup, selalu bertemu dengan kesulitan dan berpapasan dengan kemudahan. Namun, jika kau lelah berjuang, istirahatlah sejenak, renungi kembali jejak perjalananmu. Ambil energi kembali untuk melanjutkan perjuangan, lalu ketika kau telah sampai di tujuan, kau akan bangga telah melewati proses yang begitu berwarna. Itulah sebuah hikmah yang saya ambil dari balik gunung.

2 thoughts on “Hikmah Dari Balik Gunung

  1. Fasta 'iza

    subhanallah…
    lamgsung dibikin note nya..
    keren,,keren,,kang…

    kapan2 kita jalan2 lagi ya kang…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s