Wanita Dari Tulang Rusuk Lelaki

Walaupun sudah ada segala-galanya, apalagi yang tidak ada di surga, namun Nabi Adam as tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri.

Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki. Tetapi kalau lelaki sendiri
yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka. Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.

Meluruskan wanita dengan cara petunjuk Allah, mendidik mereka dengan panduan dari-Nya :
Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar
Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah,

Akal setipis rambutnya, tebali dengan ilmu
hati serapuh kaca, kuatkan dengan iman
perasaan selembut sutra, hiasi dengan akhlak.

Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Sebaliknya disitulah kasih sayang
Allah, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki Negarawan, karyawan, jutawan, dan wan-wan lain. Tidak akan lahir pahlawan-pahlawan besar tanpa wanita hebat di sampingnya.

Apalah saya ini yang mengharap istri seperti Siti Fatimah, sedangkan pribadi saya belum seperti Sayyidina Ali..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s