Semangat Pemuda Kini Mulai Goyah?

Sewaktu saya mengikuti acara National Leadership Youth Camp pada tanggal 13-17 Januari lalu, saya begitu antusias karena melihat para pemateri yang bukan dari “kelas kacangan”. Bagaimana tidak, di acara itu hadir penulis buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara; mantan Menteri Koperasi, Adi Sasono; mantan Menegpora Adhyaksa Dault dan masih banyak lagi pembicara berbobot lainnya.

Mungkin karena kelelahan atau siklus jam tidur yang berkurang, saya selalu berjuang menahan kantuk disaat materi. Sayang sekali sudah jauh-jauh dari Bandung, sudah mengeluarkan investasi yang cukup besar tapi hanya saya pakai untuk tidur. Ketika disuguhkan materi jam 9 malam, terlihat mata-mata kami yang mulai mengatup-membuka menahan kantuk. Pemateri pun menohok kami dengan ucapan, “Dulu, pemuda-pemuda itu mendapat materi sampai jam 1 dinihari, lalu dilanjutkan dengan Sholat malam jam 02.30, tapi mereka tetap semangat. Lah, ini baru samapi jam segini sudah menyerah, semangat pemuda kini sudah mulai berkurang.” Merasa malu saya yang menamakan diri sebagai pemuda.

Diluar acara NLYC 2010, sewaktu itu saya, ghani, dan yuma merencanakan untuk bersepeda menjelajah Bandung – Lembang – Bandung. Perjalanan dari Bandung cukup biasa saja, tetapi setelah mencapai daerah tanjakan, stamina saya mulai menurun hingga akhirnya saya pun harus menuntun sepeda.

Sesampainya kami di tempat istirahat, kami bertemu dengan rombongan bikers yang lain. Coba tebak, berapa rata-rata usia mereka?diatas 50 tahun. Kami mengobrol sejenak dan bertanya lebih lanjut, “Rutin pak bersepedanya?” Bapak itu menjawab, “Iya, 3 kali seminggu.“. Semangat yang luar biasa untuk menjaga kesehatan di usia lanjut.

Setelah cukup beristirahat, kami pamit untuk melanjutkan touring terlebih dahulu. Mereka takkan bisa mengejar kami, apalagi jalanannya penuh tanjakan, pikirku. Ternyata dugaanku meleset, saya mulai kelelahan di tanjakan, dan coba tebak?bapak-bapak tadi mulai menyusul kami. Duh, jadi tambah malu saya yang menamakan diri sebagai pemuda.

Kamilah yang menamakan diri sebagai pemuda

Kami dibuat malu oleh mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s