Media Informasi dan Perkembangan Anak

Mungkin sebagian orangtua kita pernah bercerita bahwa pada jaman dulu, stasiun televisi yang ada itu hanya TVRI. Itu pun hanya berita dan berita, itulah mengapa anak-anak pada jaman orangtua kita dulu lebih sering bermain di luar rumah ketimbang di dalam rumah. Mereka bermain dengan teman sebayanya, masih sama pandangan, masih sama keluguannya, masih sama mimpi-mimpinya. Jika yang satu ingin menjadi dokter, maka yang lain ngikut ingin menjadi dokter. Ya, itulah cita-cita anak-anak, jika bukan jadi dokter, ya jadi polisi jadi tentara jadi pilot atau ngikutorangtua mereka.

Permainan mereka (orangtua kita jaman dulu) pun ngga neko-neko, cukup dari kulit jeruk untuk dijadikan mobil-mobilan, cukup dari bambu untuk dibuat engrang. Pola pikirnya pun sejalan dengan pertumbuhan fisiknya, lingkungannya pun mendukung untuk tumbuh kembang anak sesuai usianya. Mungkin pada masanya, masih sering dinyanyikan lagu-lagu yang populer dikalangan anak-anak. Permainan tradisional pun masih bertahan, seperti oray-orayan, galasin, ucing-sumput, bebentengan atau permainan tradisional lainnya.

Namun kini?saat di setiap rumah sudah ada fasilitas mewah, sudah ada koneksi internet yang canggih, sudah ada fasilitas video game yang spektakuler, sudah ada televisi dan program-programnya yang menggiurkan. Terjadi pergeseran nilai-nilai yang seharusnya didapat oleh anak-anak sesuai dengan usianya. Banyak program televisi berkategori dewasa yang juga bisa ditonton oleh bocah 5 tahun, banyak sinetron-sinetron yang mengatasnamakan dirinya sebagai sinetron islami tetapi isinya banyak mengumbar kekerasan dan keributan, jauh sekali dari nilai Islam. Sedikit demi sedikit, paradigma pemirsa televisi pun bisa saja tergerus mengikuti aliran yang salah.

Media televisi memang bagai dua mata pedang, di satu pihak bisa menjadi sumber informasi yang aktual, di lain pihak bisa menjadi sumber kemerosotan mentalitas. Tinggal bagaimana orangtua berperan aktif dalam memantau anak-anaknya. Coba perhatikan sikap anak-anak dimasa kini, kalau anak-anak jaman orangtua kita masih menyanyikan lagu yang memang untuk anak-anak, tapi kini? banyak anak-anak yang belum mencapai usia normalnya menyanyikan lagu, “..Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi, agar kubisa bersamanya…“. Ada ungkapan yang tepat untuk fenomena ini, yaitu dewasa sebelum waktunya.

Memang agak sulit untuk menyaring tayangan-tayangan televisi kita, orientasinya cenderung pada materi, uang, keuntungan. Belum banyak tayangan televisi yang berorientasi pada pencerdasan anak bangsa, baru sebagian kecil tayangan yang berorientasi ke arah sana, dan itu harus tetap kita pertahankan dengan mendukung ratingya, alihkan tayangan yang kurang bermanfaat ke tayangan yang lebih bermanfaat. Hati-hati, pendangkalan moral dan mental sudah bisa melalui media apa saja. Jika kita tidak bijak menyikapi masalah ini, khawatir anak-cucu kita kelak akan terkena dampaknya. Naudzubillah..

2 thoughts on “Media Informasi dan Perkembangan Anak

  1. hardiananto

    luar biasa, menarik sekali bahasannya….

    memang dari sekian banyak tayangan yang disajikan, kebanyakan dapat memengaruhi sikap penontonnya setelah atau pada saat melihat tayangan televisi. Sehingga hal ini baik secara langsung ataupun tidak langsung akan dapat mempengaruhi akhlak penontonnya baik pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negatif.
    Apalagi ditambah dengan penayangan program tv saat ini, khususnya pada ‘prime time’ memang masih banyak menayangkan program2 yang sifatnya komersil dan jauh dari unsur pendidikan, sehingga perlu adanya pengawasan dari orang tua, seperti:

    Beri batasan waktu untuk menonton televisi. Kapan boleh dan kapan waktunya harus berhenti.

    Manfaatkan waktu yang sedikit itu sekaligus sebagai sarana belajar anak. Duduklah bersama anak dan mendiskusikan isi tayangan pilihannya.

    yup, hanya ingin berbagi pendapat aja…^^

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      jadi sedih juga melihat sebagian tayangan TV yg disuguhi oleh sinetron2 melankolis, reality show yg banyak mengumbar aib.. Khawatir perkembangan anak2 Indonesia akan terdegradasi..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s