Fatwa Facebook Haram (lagi)?

Dengan anggota sekitar 57 juta orang dan setiap hari ada sekitar 70 juta orang yang login, Facebook menjelma menjadi situs paling digemari nomor enam di dunia sejak diluncurkan pada 4 Februari 2004. Booming-nya Facebook pun ikut mendongkrak popularitas pencipta sekaligus pemiliknya Mark Zuckerberg.

Lagi-lagi perkembangan dunia teknologi informasi menunjukkan fungsinya yang seperti pisau bermata dua. facebook, merupakan situs jejaring sosial yang kian ramai dikunjungi oleh sebagian besar masyarakat di berbagai belahan dunia. Berdasarkan data checkfacebook, Indonesia menempati posisi ketujuh sebagai negara yang masyarakatnya paling banyak menggunakan situs jejaring sosial ini. Indonesia juga masuk kedalam 10 negara dengan pertambahan pengguna facebook paling tinggi sebanyak 6,84% atau 752.640 orang per tahun.

Memang, kita tidak bisa langsung menilai bahwa angka pertambahan pengguna facebook yang semakin tinggi di negara kita adalah sebagai bentuk dari budaya negatif. Banyak aspek yang perlu ditinjau. Namun, baru-baru ini Indonesia kembali diramaikan oleh situs jejaring sosial ini. Mulai dari kasus pelacuran di facebook yang dilakukan oleh remaja ABG sampai kasus yang terjadi pada 6 Februari lalu, seorang remaja putri lari dari rumah dengan teman kenalannya dari facebook.

Kasus pelarian remaja ABG berumur 14 tahun Marietha Novatriana dilaporkan hilang dan diduga karena dibawa oleh temannya yang baru dikenal dari facebook. Kasus lainnya, kepolisian Surabaya menguak kasus prostitusi remaja ABG. Para remaja labil menjual diri melalui facebook dengan modus memasang foto mereka di facebook. “Konsumen” kemudian akan menghubungi mereka melalui chatting.

Kasus ini tentu menjadi mata pisau yang merugikan penggunanya. Facebook yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang positif malah digunakan untuk hal-hal yang menyimpang. Akibat dari segelintir oknum yang menyalahgunakan facebook, maka MUI mengeluarkan fatwa haram. Fatwa ini pun menimbulkan kontroversi karena tidak semua orang memanfaatkan facebook untuk hal-hal yang menyimpang.

Manfaat dibalik facebook

Betapa banyak hal yang bisa kita lakukan melaui facebook ini. Kita bisa menyampaikan aspirasi dan opini kita kepada publik. Memanfaatkannya untuk media silaturahim, apalagi untuk sahabat-sahabat kita yang jauh keberadaannya. Betapa banyak group-group facebook yang mengusung dakwah, isinya berupa tausyiah, nasihat, cerita-cerita yang banyak mengandung hikmah dan pencerahan. Betapa banyak account facebook yang mengusung syiar sehingga syiar Islam begitu terasa dekat, status-status yang berisi pencerahan, note-note yang berisi hikmah dan ilmu pengetahuan, serta salam silaturahim. Betapa banyak orang-orang yang tersambung kembali tali silaturahimnya karena facebook.

Jadi, jangan segera menutup mata akibat penyalahgunaan facebook oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. So, jangan haramkan facebook nya, tapi haramkanlah facebook penyalahgunaan facebook nya.

4 thoughts on “Fatwa Facebook Haram (lagi)?

  1. Rama

    ibarat pisau, bisa dipakai untuk motong bawang buat bikin makanan, atau juga bisa bunuh orang…

    tergantung penggunaannya, kurang tepat menurut saya kalo mengeluarkan fatwa haram..

    Reply
  2. Erma Suwastika

    Ternyata diluncurkannya pas aku ulang tahun.
    Aku bisa ketemu teman2 SD lewat Facebook, dapat kabar teman yg mau nikah juga dari Facebook.

    Reply
  3. uya

    INI TERMASUK Pelanggaaran HAM, mereka melihat dari sisi negative nya aja…coba di lihat dari sisi posotifnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s