Budayakan Membaca!

Salah satu sektor yang menjadi faktor berkembangnya suatu bangsa adalah pendidikan. Kita ambil contoh negeri matahari terbit, Jepang. Menurut sejarah, Indonesia lebih dulu mendaulatkan diri sebagai Negara yang merdeka dibandingkan dengan Jepang. Pada saat Indonesia sudah mendaulatkan diri, bangsa Jepang mendapat serangan dari sekutu. Seluruh penjuru negeri porak-poranda karena bom atom, lebih tepatnya kota Hiroshima dan Nagasaki yang mengalami kerusakan terberat.

Bangsa Jepang adalah bangsa yang peduli terhadap pendidikan warganya. Ketika bangsa Jepang mengalami kerusakan terparah, pemerintah Jepang langsung mengantisipasi para guru yang masih bisa diselamatkan. Mereka menyadari bahwa untuk membangun kembali bangsa yang sudah porak-poranda, perlu usaha dari nol lagi dan sektor yang paling tepat untuk diprioritaskan adalah pendidikan.

Salah satu metode untuk mengembangkan dunia pendidikan adalah dengan membudayakan kegiatan membaca. Baik itu membaca Koran, artikel, buku bahkan membaca ebook secara online. Indikasi perkembangan dunia pendidikan di suatu bangsa bisa dilihat dari besar kecilnya antusiasme warganya terhadap minat baca. Semakin tinggi minat baca suatu bangsa, bisa dipastikan bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang cerdas, tentu buku-buku yang dibaca tersebut adalah buku yang memiliki nilai manfaat.

Rasulullah saw ketika menerima wahyu pertama bukannya menerima wahyu tentang pelaksanaan sholat atau puasa atau zakat. Akan tetapi Allah mengilhamkan kepada Rasulullah saw untuk IQRO (bacalah). Pada saat menerima wahyu pertama, Rasulullah saw kebingungan karena beliau saw tidak bisa membaca. Malaikat Jibril pun terus menekankan, bacalah bacalah bacalah.

Menurut tafsir, maksud “IQRO” dalam ayat yang diturunkan kepada Rasulullah pertama kali adalah membaca keadaan. Pada masa itu, Rasulullah berada di puncak kegelisahan terhadap kaum jahiliyah pada masa itu. Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk melihat kondisi sekitar dan mulai untuk membenahinya. Pada saat itu juga Rasulullah saw mendapat tugas untuk menjalankan kerasulannya di muka bumi.

Balik lagi ke minat baca masyarakat. Sewaktu saya berkunjung ke Pesta Buku Bandung 2010 di Landmark, ternyata anggapan saya salah besar bahwa pengunjung yang hadir akan sedikit. Ternyata sudah terlihat keramaian dari pintu masuk pameran. Hal ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia, khususnya Bandung masih tinggi (mudah-mudahan terus meningkat). Ini menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan di Indonesia, khusunya Bandung. Apalagi kini alokasi untuk pendidikan sebesar 20%, diharapkan dunia pendidikan bisa terus maju.

Membaca memang bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Dikala waktu senggang, buku adalah teman yang paling setia. Membaca bisa menjadikan waktu senggang kita lebih produktif, membuat kita menjadi lebih bijak dalam berpikir dan menganalisis. Ilmu akan bertambah sehingga pola pikir kita pun akan berkembang, berbeda dengan orang yang tidak pernah membaca. Dengan membaca membuat kita bisa lebih bijak dalam bertindak karena amal-amal yang kita lakukan disertai dengan ilmu. Bertindak dengan ilmu. Mari membaca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s