Sukses Itu Berawal dari Pikiran

Coba kita tanyakan pada pengemis-pengemis jalanan tentang cita-cita mereka. Mungkin yang sering terdengar di telinga kita adalah kata-kata yang memvonis bahwa dirinya sulit untuk meraih cita-cita karena himpitan ekonomi. “Ah, boro-boro ingin meneruskan sekolah, makan sehari-hari saja sulit.” atau “Sudah bersyukur dapat makan, ga mungkin jadi presiden.” Secara tidak langsung, kata-kata itu telah memvonis diri mereka sendiri bahwa mereka tidak bisa meraih impian mereka.

Pemikiran-pemikiran negatif terhadap diri sendiri akan membuat motivasi kita menurun. Ketika kita bermimpi ingin menjadi dosen, kadang pemikiran bahwa jalan untuk menjadi dosen itu sulit karena harus menempuh sekolah hingga S3 (khusus dosen ITB) ditambah pula dengan cukup banyaknya penelitian yang harus dilakukan. Ketika kita bermimpi ingin menjadi penulis buku bestseller, kadang timbul pemikiran bahwa sulit untuk bersaing diantara ratusan mungkin ribuan orang yang memiliki konten tulisan yang bagus.

Bill Gates, seorang pendiri Microsoft yang kini telah sukses dan menjadi orang terkaya di dunia pernah bermimpi di awal karirnya bahwa setiap rumah di dunia ini akan memiliki komputer, dengan kekuatan pikiran dan mimpinya itu sekarang komputer sudah menjamah sebagian besar rumah di dunia. Dalam film Sang Pemimpi, Aray dan kedua sahabatnya memimpikan untuk bisa melanjutkan sekolah ke Sorbonne Perancis dan terbukti impian mereka terwujud. Inilah sepotong kisah orang-orang yang sukses karena kekuatan mimpinya dan selalu beripikir positif.

Seseorang yang memiliki pikiran positif akan berdampak pada sikapnya. Sikapnya akan selalu menunjukkan keoptimisan dan selalu berprasangka baik terhadapa apa yang terjadi pada dirinya. Sikap yang positif akan berdampak pada pembentukan karakter sehingga nantinya akan memiliki karakter yang kuat dan matang. Sikap dan karakter yang dibekali pikiran positif dan dijalani secara konsisten akan membentuk kebiasaan sehingga nantinya perilaku ini akan terus ada pada diri seseorang. Konon, kebiasaan itu sulit untuk kita ubah maka pembiasaan untuk berperilaku positif akan membantu kita untuk bisa hidup lebih baik. Ada ungkapan yang sangat menarik, “Pada awalnya kita yang membentuk kebiasaan, lama-kelamaan kebiasaan yang membentuk kita.” Ini menunjukkan bahwa kebiasaan baik diawali oleh pikiran yang positif, kebiasaan buruk diawali dari pemikiran yang negatif.

Jika saya buatkan skema pembentukan kebiasaan, diawali dengan pikiran hingga kebiasaan. Maka skemanya kurang lebih seperti ini :

Pola pikir –> Sikap –> Karakter –> Kebiasaan

Saya juga pernah mendengar sebuah kata bijak, “Aku adalah apa yang aku pikirkan.” Mau jadi apa kita 5 tahun ke depan tergantung dari pola pikir dan sikap kita di masa kini. Ingin menjadi apa kita di 10 tahun mendatang, bisa dilihat dari pola pikir kita saat ini. Allah SWT berfirman : “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku….

Jika kita ingin sukses, tanamkan pada pikiran kita bahwa KITA BISA!! Dan ikuti dengan usaha maksimal serta doa. Mengutip kata mutiara dari novel Negeri 5 Menara, “Man jadda wa jada” bahwa siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Sudah banyak kisah yang mengajarkan pada kita bahwa dengan kekuatan mimpi bisa membawa pemimpinya meraih apa yang diimpikan. Ketika kita membayangkan di keadaan kita dalam waktu 10 tahun ke depan bahwa kita sudah berada di area kesuksesan maka tubuh ini akan merespon mimpi kita dengan semangat yang berkobar. Hidup ini sederhana, berani bermimpi lalu mewujudkannya.

3 thoughts on “Sukses Itu Berawal dari Pikiran

  1. Erma Suwastika

    Masih ingin jadi dosen ITB kan?
    Semangat!!!

    Tahapannya emang panjang.
    Tapi sama aja sih dgn yg bercita2 menjadi direktur di suatu perusahaan. Jenjang karirnya juga panjang, mungkin bedanya yg ini digaji.

    Makanya, saya ga menyebut diri saya sedang kuliah, tetapi sedang meniti karir. :p

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      Iya bener teh er.. meniti karir untuk jd dosen ya kyk begitu, kuliah ampe S3.. kalo pengen jd direktur kan harus kerja di perusahaan dulu dan harus jd orang yg berintegritas tinggi untuk bisa jd direktur..

      Selamat sidang seminar.. semoga dilancarkan dan dimudahkan.. Amin.
      Rencana lanjut S3 dmn? Sorbonne? hehe..

      Reply
  2. Erma Suwastika

    Terima kasih🙂

    Sorbonne tuh dmn?

    Mungkin setaun dulu di ITB, siapa tau buka lowongan CPNS dosen ITB. Klo dah diterima CPNS, mungkin mau pindah ke luar negeri. Inginnya sih ke jERMAn, Universitat Kaiserslautern, katanya Aljabarnya bagus.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s