Potret Bandung di Pagi Hari

Setelah melewati aktivitas kampus yang panjang, akhirnya ada libur juga :) Tidak kusia-siakan hari libur ini, langsung kugenjot sepedaku mengitari Bandung. Kunamakan “BerSaLing” : bersepeda sambil ingat lingkungan (nama judul saya kutip dari acara HMTL ITB).

Pasar tumpah ini berada di Kiaracondong, inilah salahsatu penyebab kemacetan di kota Bandung. Perlu adanya upaya penyediaan tempat untuk berjualan bagi para pedagang sehingga  ruas jalan bisa tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Diharapkan pedagang-pedagang yang sudah menempati lapaknya yang resmi, tidak mengganggu ruas jalan sehingga bisa mengurangi penyebab kemacetan di kota Bandung.

Becak dan motor ini melawan arus lalu lintas sehingga membuat kemacetan. Perlu adanya upaya penyadaran hukum berlalu-lintas dan ketegasan dalam penegakkan hukum sehingga nantinya hal ini bisa diatasi. Malu atuh, kang!

 

Motor tua di rel tua

 

Everlasting beauty, isn’t it? Ironi sekali dengan posternya. Dua mobil angkot yang berhenti tepat di tanda dilarang parkir. Keindahan Bandung di pagi hari harus tercoreng dengan perilaku seperti ini. Angkot sebagai salahsatu penyebab kemacetan juga, berhenti sembarangan, menurunkan atau menaikkan penumpang dimana saja tanpa melihat rambu-rambu.

Kabut dan kesegaran pagi hari harus tergadaikan oleh asap pembakaran. Asap akan sulit dibedakan dengan kabut jika dilihat, tetapi akan terasa jelas jika terhirup.

Gedung Sate pun ditutupi kabut, mungkin inilah cuaca asli Bandung yang dimaksud oleh orang-orang yang datang ke Bandung tempo dulu. Namun kini? Daun pun jarang berembun di pagi hari, ayam pun jarang berkokok karena kedinginan, tanya kenapa?

Tidak hanya perusahaan besar saja yang memiliki banyak karyawan dan menuliskan “Selain karyawan dilarang masuk”, “perusahaan” kecil di pinggiran jalan pun punya hak untuk berlaku seperti perusahaan besar. Inilah kekuatan mimpi.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.”  (taken from eramuslim)

Melalui doa di atas Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahan-lah yang bakal sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktivitas.

Wah, sepertinya kampanye berhenti di belakang garis saat lampu merah masih belum dipatuhi. Malu atuh, kang! Tuh yang lain mah pada berhenti di belakang garis zebra cross, kok akang nyelonong aja? Jangan karena tidak ada polisi jadi bisa bertindak seenaknya. Ingat, integritas itu adalah ketika kita bisa mematuhi aturan saat tidak dilihat orang lain. Kalau dalam Islam disebutnya Ihsan, selalu merasa diawasi Allah.

Sepertinya keren kalau di Bandung sudah banyak jalur untuk sepeda dan pejalan kaki. Selama ini, trotoar yang biasa dipakai untuk pejalan kaki malah digunakan oleh para oknum pengguna sepeda motor yang terjebak macet. Saya dukung pembuatan jalur untuk sepeda di Bandung!

Konsep ecocampus bisa dimulai dari komunitas seperti ini, semakin banyak pengguna sepeda di kampus (bike to campus) akan membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor, minimal di lingkungan kampus.

Sekian🙂

4 thoughts on “Potret Bandung di Pagi Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s