Jangan Remehkan Kebaikan-kebaikan “Kecil”

Saat kita berada dalam gedung kampus dan melihat ada toilet yang lampunya masih menyala, apa yang ada dalam benak kita? “ah biarin aja, toh ada orang yang mau pake lagi” atau “Matikan lampunya, lumayan penghematan”. Walau terdengar remeh, tetapi mungkin saja jika kita mematikan lampunya akan membantu kampus kita dalam upaya penghematan energi. Akan tetapi jika kita tidak mematikan lampunya, mungkin saja tagihan listrik akan membengkak dari biasanya.

Saat kita akan melaksanakan sholat di masjid, setelah selesai berwudhu kita melihat ada keran yang masih mengocor airnya, walaupun sedikit. Apa yang ada dalam pikiran kita? ya benar, mematikan kerannya. Masih banyak orang yang untuk mencari air saja harus berjalan sampai berkilo-kilo, kita yang dianugrahi kemudahan seharusnya bisa lebih mensyukuri. Walaupun dianggap remeh, tapi kebaikan “kecil” inilah yang mungkin berguna bagi sesama.

Mungkin di sebagian masyarakat kita masih ada yang menganggap bahwa kebaikan-kebaikan “kecil” itu tidak akan berpengaruh besar, yang masih dipikirkan adalah perubahan besar harus dengan usaha yang besar. Akan tetapi, hal-hal yang besar harus diawali dari sesuatu yang kecil sehingga lama-kelamaan yang kecil itu akan menjadi besar. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

Jika menyisihkan sebagian rezeki dari apa yang kita dapatkan itu dinamakan sedekah, jika tidak makan dan minum serta menjaga hawa nafsu dari terbit fajar hingga maghrib itu disebut shaum lalu tak pernah ada yang bisa menamakan secara spesifik dalam satu kata tindakan seperti memunguti sampah di jalanan karena khawatir akan terjadi banjir, mematikan lampu yang tidak dipergunakan karena khawatir akan memboroskan energi, menyingkirkan ranting di jalanan karena takut terinjak.

Kisah-kisah sejarah pun sudah banyak yang bercerita bahwa kebaikan-kebaikan kecil akan mendatangkan pahala yang besar, seperti kisah di bawah ini :

Dalam sebuah riwayat Bukhari –Muslim, diceritakan bahwa, “Tatkala ada seekor anjing berputar-putar di atas perigi, yang hampir mati karena kehausan, tiba-tiba ia dilihat oleh seorang wanita pelacur, dari para pelacur Bani Israil. Dia langsung melepas sepatunya untuk mengambil air minum bagi anjing. Dia akhirnya memberinya minum maka dia diampuni karenanya.”

Diceritakan pula dalam riwayat Muslim yang lain dari Abu Hurairah dari Nabi bahwa beliau bersabda, “Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki berguling-guling di surga hanya karena dia memotong dahan pohon di badan jalan yang menganggu manusia.”

Hadis ini menjelaskan kisah seorang laki-laki yang sedang berjalan di satu jalan. Dia melihat dahan yang berduri bergelayut di jalan kaum muslimin, maka orang-orang yang lewat merasa tergangu. Dia bertekad untuk memotong dahan itu dan menjauhkannya dari jalan. Tujuannya sebagaimana yang secara nyata dikatakannya, adalah untuk menjauhkan sesuatu yang menganggu dari jalan kaum muslimin. Allah mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga-Nya. Rasulullah melihatnya sedang menikmati kemegahan surga dengan perbuatannya ini.

Sebenarnya bukan amal-amal kita yang menyebabkan masuk surga, tetapi rahmat Allah lah yang menentukan apakah kita masuk surga atau neraka. Kita tidak tahu mana diantara amal-amal kita yang mendatangkan rahmat Allah. Bisa saja rahmat Allah itu datang ketika kita mencoba untuk mematikan keran di tempat wudhu yang terus mengocor, atau ketika kita memberi salam kepada kawan kita, atau menyingkirkan gangguan di jalan seperti kisah di atas. Jadi meremehkan kebaikan-kebaikan “kecil” itu salah besar, siapa tahu justru dengan kebaikan-kebaikan “kecil” itu yang akan mendatangkan pahala yang besar.

wallahu’alam bisshowab

4 thoughts on “Jangan Remehkan Kebaikan-kebaikan “Kecil”

  1. setitikharapan

    Makasih mas untuk tausyiahnya, sangat menyentuh saya. Terkadang kita hanya disibukkan memikirkan amal-amal besar tapi kita sering lupa dengan yang kecil. Padahal kita tak tau amal mana yang diterima Allah.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s