Usaha Itu Juga Ada Batasnya

Jika belakangan ini kita merasa telah bekerja dengan gigih, merasa telah belajar sungguh-sungguh, telah berlari sekencang-kencangnya, telah mengerahkan semua tenaga dan pikiran, atau bahkan telah mengorbankan waktu-waktu tidur kita untuk mengejar target yang telah ditetapkan, maka akhir pekan ini adalah saat yang paling tepat untuk melihat kembali ke belakang dan merenungi apa arti waktu bagi kita. Untuk merenungi jejak-jejak perjalanan kita.

Secepat-cepatnya kita berlari untuk menjadi yang nomor satu, tetap saja kita takkan pernah mampu untuk melampaui waktu. Sekuat-kuatnya kita mencoba untuk tidak tidur karena mengejar target-target, pada akhirnya kita harus dikalahkan juga dengan rasa kantuk yang amat sangat ketika sedang kuliah. Sekuat-kuatnya fisik kita dalam segala aktivitas, pada akhirnya kita akan dikalahkan juga dengan usia kita sendiri. Semangat yang terus berkoar, pada akhirnya harus dikalahkan juga dengan keterbatasan stamina dan kelelahan fisik. Sehebat-hebatnya kita menaklukan puncak gunung, pada akhirnya alam memberi langit yang lebih tinggi yang tidak bisa kita daki.

Kita harus menyadari batas-batas itu, walaupun terkadang tidak disadari karena sedang tingginya motivasi. Meski tujuan adalah sesuatu yang belum bisa kita capai sekarang dan ini membuat kita begitu optimis akan hidup esok hari, namun kesadaran akan tepian dari semua usaha seharusnya bisa menggugah kita untuk menemukan jiwa dalam setiap usaha kita.

Silakan kita bekerja sekeras-kerasnya, belajar segiat-giatnya dengan tujuan ibadah karena memang untuk itulah kita ada.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S Adz Dzaariyaat : 56)

Namun, kita sama sekali tidak harus menjamin tercapainya tujuan-tujuan itu, tidak harus memastikan tercapainya cita-cita yang kita impikan, dan tidak perlu menjanjikan kesuksesan karena itu bukan tugas kita. Kita hanya harus merencanakan dan berusaha.

al insaanu bittafkiiri wallahu bittadbiir
Manusia hanya merencanakan dan Allah yang Menentukan

http://estrida.files.wordpress.com/2009/08/mendaki-gunung.jpg?w=257&h=194


4 thoughts on “Usaha Itu Juga Ada Batasnya

  1. Dida Sadariksa

    Mantap si kang ijal…
    Ditunggu bukuna, jal…😀

    -mari menyejarah dengan menulis-

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s