Pantaskah Saya Mengeluh?

Ketika kita melihat sesosok orang tua yang memiliki keterbatasan fisik, kita terkesima olehnya walaupun fisiknya tidak sempurna tetapi masih berjuang keras mencari nafkah untuk keluarganya. Keterbatasan fisik tidak menjadikan hambatan untuk tetap mencari keridhoan Allah.

Ketika kita melihat anak-anak jalanan yang harus bertarung siang dan malam hanya untuk mencari sesuap nasi dan segenggam berlian, padahal kita masih bisa menikmati nyamannya tempat tidur kita. Melihat kondisi itu, apa pantas kita mengeluh?Padahal kita telah dikaruniai sepasang lengan dan badan yang sehat untuk bisa mengubah dunia. Masih layakkah kita berkeluh kesah?padahal kita telah dianugrahi kecerdasan dan kondisi fisik yang prima.

Tentu kita tidak ingin menyia-nyiakan semua itu, kita pun tidak ingin menyingkirkan tanggung-jawab  yang berada di pundak kita. Sayang sekali jika kita melewatkan momen-momen yang akan menjadikan kita bisa lebih bermanfaat bagi orang lain hanya karena kita terlalu banyak berkeluh kesah. Sayang sekali jika kekuatan dan potensi  yang ada pada diri kita harus terkalahkan oleh keluhan-keluhan kecil. Sayang sekali jika kita membiarkan semangat yang berkobar dalam diri harus padam hanya karena hilangnya harapan.

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (Q.S Al-Maarij : 19-21)

Jangan biarkan keputus-asaan menenggelamkan keunggulan dan potensi kita. Mari kita ambil nafas dalam-dalam, pejamkan mata, lalu coba rasakan harmoni alam raya. Lalu temukan lagi secercah sinar yang telah hilang, dipadukan dengan kekuatan tawakal, lalu munculkan kembali harapan-harapan yang sempat terkubur. Kemudian kita mulai dengan langkah baru.

Sebenarnya, ada orang-orang yang lebih “berhak” mengeluh jika dibandingkan dengan kita. Masih banyak orang-orang yang hidup dalam keterbatasan. Hanya saja suara mereka parau tak terdengar karena mereka tidak sempat lagi mengeluh. Suara-suara keluhan mereka terkubur, beban kehidupan yang berat lebih mereka sukai untuk dijalani daripada disesali, toh karena penyesalan pun tidak akan mengembalikan keadaan. Malah hanya menambah beban pikiran dan menjadi penyebab sempitnya hati. Jika demikian, apakah kita masih ingin mengeluh?padahal masih banyak hal yang bisa dilakukan ketimbang digunakan untuk melayani keluhan-keluhan kita sendiri.

Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika engkau punya tugas selesaikanlah segera” (Hasan Al-Banna)

2 thoughts on “Pantaskah Saya Mengeluh?

  1. Nur Ali Muchtar

    saatnya bertarung melawan keluhan. orang-orang yang disibukkan dengan hal-hal kecil seperti banyak mengeluh hanya akan dikubangi oleh hal-hal kecil saja. tidak ada hal yang besar yang akan ia peroleh. yuk terus bergerak melakukan sesuatu sekecil apapun itu. karena kenyataan hari ini adalah mimpi-mimpi kita yang kemarin. dan sesuatu yang kecil yang sekarang kita lakukan akan matang dengan sendirinya suatu saat nanti😛

    nice posting bro. keep spirit always

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s