Berani Menjadi Entrepreneur

Negara maju harus memiliki minimal 2% jumlah penduduk yang bergerak di sektor kewirausahaan. Akan tetapi Indonesia sampai saat ini hanya memiliki 0,18% entrepreneur dari jumlah penduduknya (Pikiran-Rakyat). Tentu hal ini merupakan berita yang tidak menggembirakan bagi pengembangan ekonomi masyarakat kita.

Kurangnya jiwa-jiwa entrepreneur di Indonesia disebabkan oleh belum terciptanya mental mandiri. Kebanyakan orang hanya berpikir akan bekerja dimana setelah lulus kuliah, bukannya berpikir menjadi penyedia lapangan kerja atau bahkan minimal membuka usaha sendiri. Bekerja di perusahaan minyak menjadi obsesi karena begitu menggiurkannya gaji yang diterima, tentu gaji yang besar menuntut tanggung jawab yang besar.

Penyebab belum tumbuh suburnya jiwa-jiwa entrepreneur di Indonesia adalah karena belum terciptanya keberanian. Sebagian masyarakat kita masih takut untuk berbisnis, baik itu takut rugi, takut tidak laku, takut gaji yang diterima tidak tetap, dan masih banyak ketakutan yang lain. Padahal Franklin D. Roosevelt mengatakan bahwa, “Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri.” Padahal dengan berbisnis bisa membuka kesempatan untuk bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat lainnya.

  1. Berani menjadi entrepreneur
  2. Semua hal memerlukan pengorbanan, semua hal memerlukan keberanian untuk memulainya. Misalnya jika tadinya sisa uang jajan kita sehari-hari bisa ditabung, maka ketika kita membuka usaha, kita harus mengalokasikan sisa uang jajan tadi sebagai modal. Seperti kisah Ramin Kamfar, keberanian untuk memborong jaringan perusahaan roti bagel dari beberapa negara bagian AS yang hampir bangkrut.

  3. Berani mencoba
  4. Bagaimana kita tahu sebelum mencoba?Banyak orang yang dikalahkan oleh asumsi pribadinya sendiri bahwa memulai bisnis itu sulit dan membutuhkan modal yang besar. Padahal jika tekad sudah kuat maka semua tantangan akan bisa dihadapai dengan tenang. Bahkan untuk memulai bisnis tidak selalu memerlukan modal yang besar, cukup dengan katalog dan kartu nama.

  5. Berani tidak malas-malasan
  6. Bagaimana mungkin kita ingin sukses tapi masih berleha-leha?Dalam pencapaian impian, kita akan dituntut untuk terus bergerak dan dinamis, tidak ada waktu untuk bermalas-malasan. Selama kita masih hidup, perjuangan takkan berhenti. Seperti kata Imam Ahmad, “Saya akan beristirahat ketika kaki ini telah menginjakkan kaki di surga.

  7. Berani disiplin
  8. Mimpi dan kesuksesan menuntut kita untuk terus mengejar waktu. Jika kita biasa tidur jam 9 malam, maka kita harus mengorbankan waktu tidur kita karena kita dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas. Dengan begitu, tangan kita akan lebih banyak bergerak dari biasanya, otak kita akan lebih banyak berpikir dari biasanya.

  9. Berani berjuang
  10. Segala sesuatu yang kita kerjakan harus didasari oleh tekad yang perjuangan karena berbisnis apapun dan dimanapun sama dengan sebuah perjuangan. Perjuangan takkan berhenti sebelum kita menginjakkan kaki di surga Nya kelak.

  11. Berani gagal
  12. Jika kita penah mengalami kegagalan dalam berbisnis, maka sebenarnya kita sudah mempersiapkan mental karena sudah berani terjun ke dunia bisnis adalah berani menanggung risiko. Justru karena kegagalan lah kita akan lebis mengenal arti kata sungguh-sungguh, bisa lebih mengenal strategi yang salah, dan bisa mengevaluasi segala yang telah kita lakukan.

  13. Berani sukses
  14. Jika kita sukses pun, kita sudah mempersiapkan mental agar tetap tenang dan terus berusaha untuk meraih kesuksesan berikutnya. Ada saja orang mengira bahwa sukses itu tidak perlu persiapan, yang harus disiapkan adalah mengantisipasi kegagalan. Hal ini keliru, bisa saja orang yang sudah meraih kesuksesan dan tidak memiliki mental menjadi orang sukses maka kesuksesan akan membawanya kepada jurang kesombongan.

4 thoughts on “Berani Menjadi Entrepreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s