Undangan ke Surga

Kehidupan fana seperti apa
yang bisa kami banggakan?
sementara Engkau

menawarkan kebahagiaan abadi.

Bahagia seperti apa yang kami cari
sementara dihadapannya bertelekan SurgaMU?
Robbi beri kami ruang
agar lebih bisa bermunajat kepada-Mu.
Mohon beri kami kekuatan
agar bisa menggapai bahagia
dan cinta-MU.

Akhir pekan memang enak untuk dilewati bersama teman-teman atau keluarga dengan berkumpul di mall-mall besar untuk sekedar window shopping atau nonton film terbaru. Rutinitas seminggu kemarin membuat pikiran dan hati menjadi stress dan perlu refreshing untuk membabat habis semua kejenuhan itu.

Mungkin sebagian orang akan lebih senang untuk menghabiskan malam minggu dengan menyerbu mall, ikut antri panjang di loket pembelian tiket bioskop, bernyanyi karaoke, atau menunjungi tempat-tempat nongkrong lainnya. “Nggak gaul kalo belum nyoba kopi starbuck, nggak keren kalo belum masuk diskotik, dibilang kuper kalo ga keluar untuk malam mingguan.” Itulah gaya hidup sebagian masyarakat kita. Malam-malam berkumpul bersama teman-teman wanita yang bukan mahromnya, tertawa terbahak-bahak, menghabiskan waktu untuk kesenangan yang tidak lama alias sekejap.

Apa dengan begitu, kita akan merasa lebih terhibur?apa dengan begitu, jiwa kita akan kembali fresh?kesenangan yang bersifat duniawi kadang hanya membuat jiwa kita fresh untuk sesaat. Setelah itu, kita akan kembali merasakan jiwa yang kering kerontang. Tidak jarang kita merasakan kesepian di tengah keramaian, paradoks. Ya, itulah kesenangan yang tidak ditujukan ke arah Peciptanya.

Ketika kita menyadari bahwa kesenangan dan kebahagiaan yang hakiki itu datang dari sumbernya langsung, yaitu Allah Sang Pencipta Kebahagiaan, maka kita tidak akan lagi berusaha untuk mengejar kebahagiaan-kebahagiaan yang bersifat duniawi. Ketika kita berusaha untuk mengembalikan jiwa dan komitmen kita kepada Allah, maka tidak ada lagi godaan di “luar sana” yang akan menggoyahkan hati kita. Ketika kesadaran itu datang, maka Allah telah memberikan hidayahnya kepada kita. Secara tidak langsung, Allah mengajak kita untuk menghadiri undanganNya ke surga.

Undangan ke surga?membayangkan acara undangan di dunia saja sudah terkesima, banyak makanan, banyak teman-teman, banyak kebahagiaan disitu. Bagaimana dengan undangan di surga?Imajinasi kita tak akan sanggup menjamahnya. Undangan hanya boleh dihadiri bagi yang diundang saja, itulah adab-adab Islam, yang tidak diundang tidak boleh datang apalagi sampai mengambil makanan. Bayangkan jika yang mengundang kita adalah Allah, Allah ingin kita untuk menghadiri undanganNya, iya surga Allah. Bayangkan berada didalam surga darusallam yang penuh nikmat, surga adalah tempat tinggal abadi yang di dalamnya sarat dengan kesenangan hakiki, BUKAN kesenangan menipu.

Ketika Allah menjadi tujuan hidup kita didunia ini, masih sanggupkah kita menukar dengan kesenangan pindah dari satu tempat hiburan ke tempat hiburan yang lain dan mengisinya dengan kesia-siaan, tertawa terbahak-bahak hingga memecah keheningan malam, sementara kita mampu memecah keheningan malam dengan lantunan ayat-ayat Al-Quran. Masih sanggupkah kita menukar kesenangan menonton konser di akhir pekan dengan indahnya berkumpul bersama teman-teman yang sholeh untuk mabit?sungguh indah ketika kita berkumpul dengan orang-orang sholeh.

Masih kuatkah kita berjalan-jalan dari mall ke mall yang lain hanya sekedar melihat baju-baju yang bagus, masih sanggupkah kita mengantri lama di loket pembayaran barang-barang belanjaan sementara kita masih sanggup melangkahkan kaki untuk mencari masjid dan melaksanakan sholat. Memang, kita difasilitasi dunia untuk persiapan bekal kita nanti pulang, tetapi ketika dunia sudah menutup hati kita, apa kita rela menukar antrian menuju ke surga?

Sampai kapan kita akan menggunakan nikmat mata yang Allah titipkan untuk menikmati senyum manis si cantik penjaga kasir itu, sampai kapan kita sanggup memenuhi kebutuhan harta kita padahal nanti harta tidak dibawa mati. Mau sampai kapan kita akan terus terlena, sedang usia terus beranjak, waktu berputar, kewajiban semakin menumpuk, dosa semakin menggunung, dan dunia yang semakin penuh tipuan.

Ketika akhirat menjadi tujuan maka dunia akan mengikuti, masih ragukah dengan janji ALLAH? masih takutkah tidak diakui sebagai anak gaul jika tidak pergi ke mall-mall?masih takut dikira kuper karena tidak pernah pacaran? Jika sudah tidak percaya kepada Allah, kepada siapa lagi kita mau percaya?Selama hati kita mantap untuk mengabdi kepada Allah maka Allah akan tundukkan dunia untuk kita. Ketika dunia sudah berada di tangan kita, maka dunia bisa menjadi fasilitas kita dalam ikhtiar mencapai surga.

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” (Q.S An-Nisa : 175)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s