Katakan Tidak Untuk Gay dan Lesbian!

Kejadian in adalah satu dari sekian banyak masalah yang berkembang di Indonesia. Budaya kaum nabi Luth ini sekarang sedang mendapat angin untuk berkembang menjadi sebuah trend. Khawatirnya lagi, budaya sesat ini akan mendapat pengakuan di Indonesia, padahal jelas-jelas Allah melaknat perilaku homoseksual ini.

Adalah film Boys Don’t Cry garapan sutradara Kimberly Pierce yang mencoba memberikan gambaran bagaimana sebuah petualangan seorang gadis yang mengalami transeksual. Celakanya, film yang dibintangi oleh Hilary Swank yang berperan sebagai Brandon Teena—seorang remaja flamboyan yang terperangkap krisis kepribadian—malah memberikan justifikasi terhadap para pengidap penyakit itu.

Film drama psikologi produk Fox Searchlight Pictures ini sengaja mengeskpos kehidupan pengidap transeksual ini seolah-olah mereka pun berhak untuk hidup dan menikmati kehidupannya sebagaimana manusia yang lain. Parahnya, digambarkan pula bagaimana sikap masyarakat tempat tinggal Brandon Teena yang biasa mengucilkan dan tidak memberikan hak hidup bagi kaum pengidap penyakit itu. Dan menurut pembuatnya masyarakat seperti itu adalah masyarakat yang kejam.

Homo dan Lesbian itu melanggar fitrah

Allah menciptakan manusia menjadi 2 jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Tidak ada jenis ketiga. Dalam penciptaan manusia, Allah melengkapi manusia dengan akal dan nafsu, itulah yang menjadi keistimewaan manusia dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya. Dengan akal dan nafsu, manusia bisa menentukan mana yang baik dan yang tidak baik.

Potensi yang dimilki manusia bersifat mutlak karena itu adalah sunatullah. Jadi berdasarkan sunatullah ini, otomatis manusia yang berlainan jenis kemudian hidup sebagai makhluk heteroseksual, yakni saling tertarik dengan lawan jenis, sehingga bila ada orang yang “tertarik” hanya dengan sesama jenis, jelas ini adalah kelainan yang sangat berbahaya. Bila dibiarkan hidup dan berkembang, murka Allah tak mustahil terjadi seperti apa yang pernah dialami kaum Nabi Luth. Naudzu billahi min dzalik!

Perilaku menyimpang seperti itu jelas tidak sesuai dengan sunatullah dan melanggar fitrahnya penciptaan manusia itu sendiri. Celakanya, dalam kehidupan yang diatur dengan sistem kapitalisme ini populasi kaum homo dan lesbian malah tumbuh subur. Jangan kaget, di negeri yang konon katanya menjunjung tinggi budaya timur ini malah kebobolan juga. Di sini malah sudah terbit majalah khusus kaum homo, namanya GAN alias Gaya Nusantara. Lucunya, sebagai ‘koordinator’ sekaligus ‘maskot’ kaum homo (gay) di negerinya Si Komo ini adalah Dede Utomo—doktor linguistik jebolan Cornell University yang kini menjadi dosen pascasarjana di Unair, Surabaya. Malah beliau ini termasuk anggota International Gay and Lesbian Human Right Commission pada ILGA (International Lesbian and Gay Association) (Permata, No. 12/IV/Desember 1996).

Jangan beri celah!

Sebagai seorang muslim, tentu saja segala tolok ukur perbuatan kita harus senantiasa berlandaskan ajaran Islam. Kita tidak boleh asal berbuat tanpa ada dasar yang jelas dan pasti. Itu bisa membahayakan diri kita dan juga orang lain.

Melihat faktanya, ternyata orang yang menjadi gay atau menjadi lesbi, bukan diakibatkan oleh faktor genetis alias keturunan. Prof. Dr. Dadang Hawari, guru besar FKUI berkomentar, “Sampai sekarang belum ada yang menyatakan karena faktor genetis, yang sudah jelas adalah faktor lingkungan.” (Permata, No. 12/IV/Desember 1996).

Sehingga, prosedur yang dipakai adalah bagaimana mengubah lingkungan yang telah meracuninya dengan lingkungan yang baru. Terbukti sekarang, bahwa populasi kaum homo dan lesbian di negeri ini semakin meningkat, adalah karena sistem kehidupan yang dipakai untuk mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara malah memberikan kebebasan untuk berbuat seperti itu. Disinilah letak rusaknya sistem kapitalisme yang memang berakidah sekuler ini. Lingkungan dalam sistem kehidupan seperti inilah yang turut membidani lahirnya budaya kaum homo dan lesbi sekaligus melestarikannya

Ada yang lebih mengkhawatirkan lagi, perilaku homoseksual ini dianggap sebagai hak dan merupakan suatu hal yang wajar. Bila ada pasangan homoseksual yang ingin menikah harus difasilitasi. Seperrti negeri Belanda yang melegalkan nikah sesama jenis ini. Ketika ada usaha untuk memberantas perilaku sesat ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Orang yang mengidap “penyakit” ini menganggap bahwa dirinya normal dan menjadi gay atau lesbi adalah takdir. Padahal Allah tidak pernah menakdirkan buruk kepada makhluknya, justru makhluk lah yang membawa dirinya sendiri kepada keburukan.

Seharusnya, perilaku homoseksual ini mendapat sanksi yang tegas. Tidak hanya perilaku kriminal saja dan yang melanggar undang-undang. Memang Negara kita bukan Negara Islam, walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam. Akan tetapi, jika dibiarkan, perilaku homoseksual ini lama-kelamaan akan merusak moralitas dan mentalitas bangsa. Khawatirnya lagi akan mendatangkan murka Allah, Naudzu billahi min dzalik!

Begitu bejatnya perilaku homoseksual ini, para sahabat pun berbeda pendapat tentang masalah ini. Ali r.a. memilih merajam dan membakar pelaku homoseks, sedang Umar dan Usman r.a. berpendapat pelaku dibenturkan ke dinding sampai mati, dan menurut Ibnu Abbas dilempar dari gedung yang paling tinggi dalam keadaan terjungkir lalu diikuti (dihujani) dengan batu. Boleh jadi menurut ukuran hawa nafsu kita hal itu mengerikan. Tapi, tentu saja sebagai seorang muslim yang beriman, kita wajib mentaati segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Begitulah Islam sebagai sebuah ideologi mengatur kehidupan masyarakatnya.

One thought on “Katakan Tidak Untuk Gay dan Lesbian!

  1. haiy defrans

    saya sendiri setuju akan hal itu, tapi dalam lingkungan, saya menemui sosok spt itu, apa aku harus menghindarinya atau berusaha memnujuknya agar kembali kejalan yang benar? terus terang saja saya takut kalau nantinya saya ikut terbawa dengan lingkungan itu, tapi aku juga ingin menolongnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s