Mendobrak Keterbatasan

Pernah bermain dengan jangkrik?Pernah mencoba menangkap jangkrik yang terlepas dari kotak penyimpanannya?Pasti akan terasa cukup sulit untuk menangkap binatang itu. Ketika akan ditangkap, ia melompat-lompat sehingga selalu mengecoh kita dan sulit untuk ditangkap. Ketika ia sudah digenggaman, kadang ia suka memanfaatkan celah-celah jari kita untuk kembali membebaskan diri.

Namun, apa yang terjadi ketika jangkrik yang sudah kita tangkap kemudian kita masukkan ke dalam kotak korek api yang kosong?Lalu dibiarkan disana hingga berhari-hari dan tentunya diberi ruang untuk bernapas dan makan. Hasilnya, jangkrik itu sekarang hanya mampu melompat sebatas besar kotak korek api itu.

Perubahan seperti itulah yang akan terjadi. Ketika jangkrik itu berada di dalam kotak korek api, ia mencoba melompat lebih tinggi. Akan tetapi, ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Begitu seterusnya sehingga ia mulai ragu akan kemampuan yang dimilikinya.

Filosofi jangkrik di atas bisa kita samakan dengan kehidupan manusia. Sesungguhnya di dalam diri kita terdapat banyak kotak korek api. Misalnya, kita memiliki teman yang selalu sentimen terhadap kita. Dia selalu merendahkan setiap hasil jerih upaya kita. Tidak pernah menghargai hasil keringat pengorbanan kita. Ketika kita sudah berusaha meraih hasil yang maksimal, ternyata hasil yang kita dapatkan mendapat pandangan miring dari teman kita.

Dengan perlakuan seperti itu, potensi kita akan terhambat untuk berkembang. Banyak komentar di kanan kiri yang terus saja merongrong kekuatan mental kita. Namun, pada dasarnya jika segala upaya kita hanya ditujukan untuk mendapat ridho Allah, segala cemoohan, pandangan negatif, maupun sinisme yang ditujukan kepada kita akan bisa kita atasi dengan mudah dan kita tidak akan pernah berharap apapun kepada selain Allah.

Kotak korek api itu pun bisa berwujud kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang pas-pasan, kemiskinan, faktor usia, ataupun faktor fisik lainnya. Jika segala keterbatasan itu dijadikan sebagai kotak korek api, maka segala potensi dan prestasi kita bisa terhambat.

Tanpa kita sadari, kita mengalami hal yang sama dengan jangkrik di atas. Lingkungan yang buruk, hinaan, masa lalu yang buruk, kegagalan yang terjadi beruntun, dan perkataan orang-orang di sekeliling kita seolah membuat kita terkurung dalam kotak korek api yang akan membatasi segala potensi kita.

Lebih sering kita percaya terhadap opini-opini orang lain yang dilontarkan kepada kita tanpa pernah membuat suatu perenungan. Bisa saja semua keburukan yang ditujukan kepada kita belum tentu benar. Jika tidak pernah ditinjau ulang, kita akan bertindak sesuai dengan apa yang mereka katakan tentang kita.

Beruntung sebagai manusia kita dibekali oleh Allah suatu kemampuan untuk berjuang sehingga tidak mudah menyerah terhadap apapun. Dengan akal dan hati yang kita miliki, kita bisa memilih mana jalan yang baik dan buruk untuk mencapai impian kita. Tanpa perlu memerdulikan setiap kata-kata negatif dari orang-orang di sekeliling kita.

Jika kita ingin memunculkan potensi kita yang sebenarnya, maka berusahalah untuk menembus kotak korek api itu. Seperti yang dilakukan oleh Helen Keller, dengan segala keterbatasan yang ia miliki, ia berhasil mendobrak dinding-dinding kotak yang mengungkungnya. Walaupun ia buta, tuli, dan gagu, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Harvard University.

Bob Sadino pernah benar-benar memulai usahanya dari bawah. Beliau pernah menjadi sopir taksi yang akhirnya harus merelakan mobilnya karena kecelakaan. Beliau pernah merasakan menjadi pedagang telur keliling dan dimarahi oleh konsumennya. Kemudian beliau berjualan ayam potong dan karena kegigihannya, beliau terus mengembangkan usahanya menjadi usaha yang sukses. Beliau kemudian mendirikan Kem Chicks dan Kem Farms.

Tahu siapa pencipta musik game Final Fantasy?Siapa yang menyangka bahwa pembuatnya adalah seorang tunanetra. Beliau adalah Ramaditya Adikara, tidak hanya pandai membuat musik tetapi juga beliau bisa membuat blog dan karya kreatif lainnya bahkan beliau telah menulis sebuah buku yang berjudul Blind Power. Sungguh sulit untuk dibayangkan tapi ini benar-benar terjadi.

Siapa yang mengira bahwa motivator sekelas Andrie Wongso ternyata tidak menamatkan sekolah dasar?Ternyata beliau sekarang menjadi motovator nomor 1 di Indonesia. Faktor pendidikan dan keterbatasan ekonomi tidak menjadikan penghalang untuk meraih impian.

Nah, jika kita masih terkungkung dalam kotak korek api, pada hakikatnya kita masih terjajah. Orang-orang seperti Helen Keller, Bob Sadino, Ramaditya Adikara dan Andrie Wongso adalah orang-orang yang mampu mendobrak kotak pembatas korek api. Merekalah contoh orang yang merdeka sehingga mampu mendobrak berbagai kotak pembatas dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang. Oleh karena itu, teruslah berusaha mencapai apapun yang telah kita cita-citakan. Rasa sakit, cemoohan, lelah, dan peluh akan hilang seketika ketika kita sudah singgah di salahsatu puncak kesuksesan dan tugas kita selanjutnya adalah menempati puncak-puncak kesuksesan lainnya.

2 thoughts on “Mendobrak Keterbatasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s