Pelenyap Kesulitan dan Kesempitan

Suatu ketika, salah seorang sahabat Rasulullah Saw yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqash ra duduk dalam keadaan murung. “Kenapa engkau wahai Sa’ad?” tanya Nabi Saw. “Ya Rasulullah, aku ditimpa kesempitan, aku terus berusaha tapi kesempitan itu masih saja menghimpitku,” jawab Sa’ad. Rasulullah bersabda. “Maukah engkau aku beri tahu suatu doa yang apabila salah seorang tertimpa kesulitan atau kesempitan dalam ujian kehidupan dunia, lalu ia berdoa maka Allah akan melenyapkannya?” Tentu ya Rasulullah,” jawab Sa’ad. Lalu Rasulullah berkata, “Berdoalah dengan doa seorang hamba Allah, Dzun Nun (Nabi Yunus as).” Lalu Rasulullah membaca Q.S Al-Anbiya ayat 87 :

…Laa illaha illa anta, subhanaka inni kuntuminazh-zholimin (Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim). (HR. Ahmad)

Seperti kisah Nabi Yunus, ketika kapal yang membawanya akan tenggelam, maka harus ada salah seorang yang dikeluarkan dari kapal untuk mengurangi beban kapal. Berdasarkan hasil undian, maka Nabi Yunus lah yang harus meninggalkan kapal. Bagai jatuh ditimpa tangga, Nabi Yunus langsung ditelan oleh ikan paus dan kemudian berada di dalam perut ikan yang gelap.

Ketika berada di dalam perut ikan, Nabi Yunus tidak menyalahkan keadaan, Nabi Yunus tidak mengutuk orang-orang yang telah mengeluarkannya dari kapal, justru Nabi Yunus melakukan instropeksi diri. Siapa tahu, segala musibah yang menimpa adalah karena perbuatan sendiri. Siapa tahu, segala musibah yang menimpa adalah karena dosa-dosanya. Jadi, zalim itu bukan saja berarti menganiaya orang lain tetapi kita melakukan perbuatan dosa pun sudah termasuk kategori zalim kepada diri sendiri.

Ketika kita sedang dihimpit kesulitan, entah itu persoalan pertemanan, permasalahan utang, kesulitan mendapatkan apa yang kita inginkan atau bahkan kesulitan dalam mengerjakan tugas akhir (TA), mungkin saja kesulitan-kesulitan yang menghimpit adalah karena dosa-dosa kita yang terlampau banyak sehingga menutup pintu-pintu pertolongan Allah dan menutup hijab dari petunjuk Allah. Maka, sebelum menyalahkan orang lain, alangkah bijaknya jika kita menginstropeksi diri sendiri, siapa tahu dosa-dosa kita yang telah mendatangkan masalah untuk kita sendiri. Maka bacalah Laa illaha illa anta, subhanaka inni kuntuminazh-zholimin.

One thought on “Pelenyap Kesulitan dan Kesempitan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s