Setiap Kita Itu Unik

Pernah melihat seseorang yang dikaruniakan berbagai kelebihan?Pasti senang menjadi manusia yang memiliki banyak kelebihan, selain bisa menjadi potensi individu juga bisa dijadikan sarana agar bisa lebih punya manfaat bagi orang lain. Pernah merasa iri dengan orang yang seperti itu?Saya pun pernah merasa iri terhadap orang yang seperti ini sehingga membuat saya tidak menjadi diri sendiri untuk beberapa saat.

Kadang ketika saya melihat orang dengan segala potensi yang dimiliki, saya merenungi bakat apa yang saya miliki sehingga bisa saya manfaatkan untuk orang banyak. Kadang orang-orang tidak menyadari dengan bakat yang dimilikinya, banyak orang yang hanya pasrah pada keadaan dan tidak mencoba untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya sehingga potensi itu terus terkubur.

Dr. John C. Maxwell pernah mengajarkan sebuah pendekatan untuk menemukan bakat yang terpendam dalam diri kita. Maxwell menyarankan agar kita mencari bidang pekerjaan yang membuat kita bergairah (passion) atau bidang keahlian kita yang paling menonjol (strength). Bisa kita lihat dalam film 3 Idiots, ketiga orang sahabat yang berhasil menemukan mimpi-mimpinya karena mengikuti passion dan strength. Seperti review yang sudah dibuat oleh Ajeng.

Apakah kau merasa salah jurusan? Masuk universitas yang tak kau inginkan, tapi tak mampu menolak harapan orangtua untuk melihatmu berdiri di ruangan megah itu, memakai toga, bergelar Sarjana Teknik. Padahal hatimu melayang jauh di alam bebas, berburu gambar-gambar kehidupan satwa liar. Itu yang menjadikanmu berada di urutan terakhir! (Farhan Qureshi)

Bebaskanlah, dengarkan dan ikuti saja suara hatimu. Lakukan apa yang kau inginkan. Lakukan apa yang kau senangi. Maka di sanalah kau akan dikejar oleh kesuksesan. Begitulah para pemenang sejati. Mereka menang bukan karena ingin penghargaan, tapi karena mereka benar-benar ‘jatuh cinta’ pada apa yang mereka lakukan. It is their passion. (Ranchoddas Chanchad)

Coba perhatikan lingkungan sekitar kita. Ada orang yang dilahirkan dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi sehingga membuatnya cukup sering menjadi pemimpin di suatu organisasi atau komunitasnya. Ada orang yang dilahirkan dengan kecerdasan di atas rata-rata. Mungkin kita memiliki teman yang tidak terlalu pandai dalam urusan akademik, tetapi justru mahir dalam hal bisnis dan marketing. Atau mungkin ada teman kita yang memiliki prestasi akademik yang baik tetapi tidak berkompeten ketika diajak berorganisasi.

Semua orang bisa sukses, bergantung pada caranya bersikap, berkepribadian, dan berusaha mengasah bakatnya dalam menghadapi persaingan hidup yang semakin keras. Setiap manusia diberi keunikan masing-masing. Keunikan inilah yang memberikan kelebihan pada diri kita. Popularitas atau jabatan yang strategis tidaklah menunjukkan seseorang itu lebih baik. Setiap orang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain sehingga kita bisa saling melengkapi. Ibarat sebuah puzzle, blok-blok yang tercecer bisa menjadi satu kesatuan yang utuh karena saling menempati ruang-ruang kosong.

Para sahabat Rasulullah saw pun memiliki keunikannya masing-masing. Bisa kita lihat dalam pribadi Abu Bakar ra dan Umar ra. Abu Bakar dikenal sebagai orang yang lembut dan penuh perasaan, sedangkan Umar dikenal sebagai orang yang keras dan tegas. Keduanya unik, tetapi dua-duanya saling melengkapi dalam hal keunggulan. Soekarno begitu menggebu-gebu ketika berpidato, sedangkan SBY terlihat sangat tenang dan kharismatik tetapi keduanya merupakan sosok pemimpin yang dikagumi. Ada satu hal yang pasti, kita bisa melihat mereka adalah orang-orang yang unggul dengan keunikannya masing-masing.

Kita pun sama, kawan. Kita memiliki keunikan yang menjadikan kita sebagai manusia unggul. Tidak jarang seseorang menjadi rendah diri saat ia melihat orang lain dengan berbagai keunggulannya dan sempat berpikir, “Apa yang aku punya?” Padahal sebenarnya ia bukanlah orang yang tidak memiliki kelebihan, tetapi belum benar-benar menggali potensi yang ada pada dirinya, ia belum menemukan apa yang ia suka, ia belum menemukan passion dan strength yang dimiliki. Seperti kata Nugie, ia belum menemukan lentera jiwanya. Ketika kita sudah menemukan apa yang kita suka, ketika kita sudah menemukan passion dan strength, ketika kita sudah menemukan lentera jiwa dalam diri kita, maka kita tidak akan lagi minder dan merasa tidak memiliki potensi. Setiap kita adalah unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s