Ide Untuk Menulis Itu Tersebar Dimana-mana

Tidak ada ide, susah dapat inspirasi, tak tahu mau nulis apa, banyak ide tapi bingung bagaimana menuangkannya menjadi tulisan, malu jika tulisan saya diejek orang lain. Itu semua adalah penyakit kronis dalam dunia tulis-menulis. Sebenarnya kunci untuk memulai menulis tidaklah sulit, kuncinya adalah memulai menulis sekarang juga. Bagaimana kalau tidak ada inspirasi saat akan menulis?Sebenarnya begitu banyak inspirasi dan hikmah yang berseliweran di sekeliling kita, sayang sekali jika tidak kita ikat dengan membuat tulisan.

Sebenarnya Allah telah menjadikan alam semesta ini secara sempurna. Banyak fenomena alam yang membuat kita bisa memetik hikmah dari setiap kejadian. Jika saja kita mau lebih membuka mata hati dan pikiran kita, maka sebenarnya begitu banyak inspirasi dan ide yang diberikan alam kepada kita. Hanya saja, mata hati kita kadang tertutup dari hikmah karena ulah kita sendiri. Begitu juga dengan fenomena di masyarakat kita yang selalu memberikan inspirasi-inspirasi segar bagi kita saat akan membuat tulisan.

Seperti yang pernah saya alami. Berawal dari rasa minder saya ketika melihat sahabat-sahabat saya yang dianugrahi begitu banyak kelebihan, dia pandai berorganisasi tetapi tidak kalah dalam urusan akademik. Ada lagi yang pandai berbisnis dan sudah bisa menghasilkan sesuatu bagi masyarakat. Dari situ, saya sempat merenung, “Apa yang saya punya?” Saya yakin Allah Maha Adil, pasti menciptakan makhluknya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari situlah muncul inspirasi untuk membuat tulisan yang berjudul “Setiap Kita Itu Unik.

Perhatikan juga perjuangan pengamen jalanan atau tukang becak yang bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Berjuang di bawah teriknya matahari dan bersimbah peluh. Penghasilan mereka tidak tetap, kadang dapat dan kadang tidak. Kadang mereka pun hanya makan sekali dalam sehari. Melihat fenomena itu kemudian saya merenung, Allah menakdirkan keadaan saya lebih baik dari mereka. Saya masih bisa makan dua kali sehari, saya pun masih bisa berteduh dari teriknya matahari. Lalu muncullah inspirasi untuk membuat sebuah tulisan yang berjudul “Pantaskah Saya Mengeluh?

Ada lagi suatu fenomena yang memberi saya ide untuk membuat tulisan, yaitu ketika begitu buramnya potret dunia pertelevisian kita. Tayangan televisi kita yang diisi dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, mulai dari lawakan tanpa makna yang guyonannya sampai menghina fisik orang lain. Marak pula tayangan yang menamakan dirinya reality show padahal ternyata hanya sandiwara belaka alias rekayasa. Tidak kalah juga tayangan sinetron yang nyaris selalu ada dalam setiap channel stasiun televisi bahkan diantaranya mengusung cerita yang mengandung kekerasan dan ketidakharmonisan. Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak buruk bagi penontonnya. Bisa-bisa penonton akan mengalami degradasi moralitas dan terhanyut dalam kesia-siaan. Dari fenomena inilah muncul ide untuk membuat tulisan yang berjudul “Wajah Pertelevisian Kita.

Ternyata begitu banyak ide yang berserakan, tinggal bagaimana kita memaknainya dan mengikatkan hikmah yang didapat kedalam sebuah tulisan. Akan tetapi, riset lapangan saja tidak cukup. Lengkapi dengan riset pustaka agar tulisan yang kita buat memiliki “ruh”. Untuk melengkapi itu semua, membaca buku adalah jawabannya. Bisa membaca novel, koran, majalah, Al-Quran, buku tentang Islam, atau buku apapun yang mendukung topik tulisan yang akan dibuat. Percayalah, ide untuk menulis itu tersebar dimana-mana. Hanya hati dan pikiran yang selalu terbuka lah yang bisa menangkap sinyal itu. Setelah kita mampu memaknai sebuah fenomena, kemudian ikatlah makna itu dengan sebuah tulisan. Setelah kita membiasakan “membaca” fenomena di sekitar kita, kita tidak akan lagi mengatakan sedang menunggu inspirasi untuk menulis, tetapi kita bisa berbuat lebih dari itu, yaitu menulis untuk memberikan inspirasi bagi orang lain.

3 thoughts on “Ide Untuk Menulis Itu Tersebar Dimana-mana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s