Kesalahan Ada Pada Diri Kita Sendiri

Pernah merasakan beban yang sedang kita alami merupakan beban yang paling berat, bahkan paling berat diantara beban yang dimiliki oleh orang lain? Bukanlah sesuatu yang berlebihan jika saya mengatakan seperti itu. Orang cenderung suka menceritakan beban, kesulitan, atau masalahnya kepada orang lain sambil meyakinkan orang lain bahwa bebannya yang paling berat. Selalu berkeluh-kesah dengan harapan orang lain akan simpatik kepadanya, tetapi yang terjadi malah orang-orang akan sebal karena mendengar begitu banyak keluhan seolah tidak menerima segala yang terjadi. Apa itu membantu memecahkan masalah?

Menceritakan beban kepada orang terdekat atau yang terpercaya mungkin akan meringankan, tetapi kalau kepada banyak orang justru malah tidak baik. Dari pada bercerita ke sana ke mari tentang beban kita, mengapa tidak curhat dan mengadu kepada Allah SWT. Berdoalah:

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat

sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

Terlalu sering kita mendengar keluhan seseorang yang merasa tidak nyaman dengan keadaannya, banyak kita dengar keluhan seseorang karena tidak menyukai makanan yang telah dihidangkan, tidak jarang pula kita mendengar keluhan seseorang yang merasa kurang nyaman dengan lingkungannya lantas ia pergi begitu saja.

Padahal, jika kita mau merenungi lebih dalam sumber masalah-masalah tadi, bisa jadi sumber masalah itu ada pada diri kita sendiri. Masalah yang dianggap biasa menjadi suatu masalah yang besar karena pikiran negatif kita. Banyak sekali masalah yang bisa kita selesaikan dengan cara yang mudah, ternyata pikiran dan prasangka negatif kita yang membuatnya menjai terasa rumit. Betapa banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah harus berakhir dengan tragedi seperti tragedi kerusuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu. Banyak fenomena yang bisa kita jadikan ajang untuk merekatkan persaudaraan harus berujung pada tawuran hanya karena arogansi dan merasa lebih hebat dari yang lain, bisa kita lihat fenomena supporter tim sepakbola Indonesia.

Sebenarnya, kita tidak perlu mencari-cari alasan untuk membenarkan keluhan kita. Tidak usah kita menyulitkan masalah kita sendiri hanya karena keluhan dan prasangka negatif kita. Berkeluh kesah dan berkomentar tanpa memikirkan sebuah solusi yang konstruktif. Allah itu Maha Adil dan akan adil pula membagi masalah ke setiap makhluknya sesuai dengan tingkatan iman. Jika Imannya kokoh maka cobaannya pun berat, begitu juga sebaliknya. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa.

Allah SWT tidak pernah memberi beban yang melebihi kemampuan kita. Ini menurut Al Quran. Jadi bagaimana pun besarnya beban, kesulitan, dan masalah yang kita hadapi, yakinlah bahwa kita akan mampu melewatinya dan mengatasinya. Mengeluh hanya akan menambah beban penderitaan kita, mengeluh tidak akan menghasilkan solusi konkret, justru karena itulah seseorang akan merasa bebannya semakin berat. Kesalahan bukan ada pada orang lain, bukan juga pada takdir, tetapi kesalahan ada pada diri kita sendiri dan yakinilah semua masalah bisa kita sikapi dengan sikap terbaik kita. Karena dibalik kesulitan itu ada kemudahan, dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Allah menyebutnya hingga dua kali untuk lebih meyakini kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s