Mengenal Maksud dan Tujuan

Sahabat, kita tentu tahu bahawa burung beo itu dapat “berkata-kata” sesuai yang diajarkan kepadanya, dengan mendengar siulan saja, ia bisa langsung merespon. Ketika diberi makanan berupa buah-buahan yang manis, ia akan merespon, “Manis, manis, manis.” Lalu, jika diberkan makanan berupa buah-buahan yang asam pun ia akan mengatakan, “Manis, manis, manis..”. Apa yang sebenarnya dikatakan oleh beo tadi adalah buah dari ketidakpahaman dirinya terhadap apa yang ia terima dan pelajari dari sang pelatih.

Jika kita analogikan dalam kehidupan kita sehari-hari, tanpa disadari banyak diantara kita melakukan sesuatu tanpa tahu mengapa hal tersebut dilakukan dan mengapa sesuatu tersebut tidak boleh dilakukan. Kita menerima banyak aturan baru dari pemerintah tanpa dijelaskan panjang lebar mengapa aturan itu diadakan, atau mungkin pemerintah mengeluarkan kebijakan baru tanpa menjelaskan esensinya, akibatnya masyarakat akan langsung berpandangan negatif  ketika aturan atau kebijakan tadi dinilai tidak sesuai dengan kehendak rakyat.

Pemimpin yang bijaksana tentu akan memberikan penjelasan yang masuk akal terhadap suatu aturan sehingga seluruh pengikutnya menerima peraturan tersebut sebagai suatu komitmen. Berpikir matang sebelum bertindak merupakan langkah yang tepat sebelum mengambil keputusan. Jangan sampai kita melakukan sesuatu hanya sekedar ikut-ikutan atau latah tanpa mengetahui maksud dan ujung pangkalnya. Bahkan yang lebih parah lagi, kita pernah mendengar ungkapan biarlah hidup itu mengalir mengikuti arus, lau bagaimana jika arus itu membawa kita ke selokan atau air terjun yang curam?

Perlu dibedakan antara hati dengan motivasi yang jernih untuk melakukan itu semua dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kehidupan. Pertanyakan lagi niat dan tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan kita. Hampir semua konflik antarpersonal dimulai dari prasangka buruk yang tidak diklarifikasi ulang dan yang lebih parah lagi, semua prasangka buruk terkadang kita terima mentah-mentah dari orang lain tanpa pernah kita mempertimbangkannya secara rasional dan proporsional. Seperti apa yang telah difirmankan Allah dalam Q.S Al-Hujurat : 6

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s