Pemuda Harapan Bangsa

Tulisan ini bukan bermaksud untuk membicarakan salah satu band Indonesia yang lagu-lagunya penuh dengan humor, tetapi saya bermaksud untuk berbagi unek-unek dan harapan kepada sesama generasi muda Indonesia. Saya pernah mendengar sebuah ungkapan bahwa jika kita ingin melihat kualitas dari suatu bangsa, kita bisa melihat dari generasi muda atau pemudanya. Akan tetapi, bagaimanakah dengan kondisi pemuda di Indonesia yang juga akan mencerminkan kualitas dari Negara Indonesia itu sendiri?

Beranjak dari kekhawatiran saya ketika membaca koran dan menonton berita di televisi bahwa tingkat kelulusan ujian nasional pada tahun ini menurun, hal inilah yang mengakibatkan begitu banyak generasi muda−khususnya siswa-siswi SMP dan SMA− yang merasa frustasi, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Berita ini membuat saya miris karena pendidikan yang menjadi salahsatu tombak peningkatan kualitas bangsa kurang dapat menghasilkan output sesuai yang diharapkan.

Di luar fenomena ujian nasional, masih banyak juga pemuda yang belum merasakan bangku pendidikayan meskipun kini pemerintah telah menganggarkan 20% APBN untuk pendidikan dan menyediakan banyak beasiswa untuk melanjutkan sekolah. Namun, generasi muda yang diharapkan bisa mengenyam pendidikan, malah lebih asyik terjun langsung di lapangan (jalanan) untuk mencari nafkah. Sebagian dari mereka mengatakan, “Buat apa sekolah, toh kalau nanti jadi pengangguran?mending langsung bekerja cari nafkah.” Inilah suatu pola pikir yang salah, pendidikan tidak hanya untuk mencari nafkah, tetapi pendidikan juga berperan penting untuk membentuk karakter sehingga diharapkan nantinya akan meningkatkan kualitas bangsa.

Lain lagi cerita yang satu ini, ada generasi muda yang sudah bisa mengenyam pendidikan, sudah bisa merasakan bangku sekolah, tetapi belum didukung oleh sikap (karakter) yang baik. Ketika saya sedang dalam perjalanan pulang, saya sedih sekali melihat sekelompok pemuda yang memakai seragam SMA sedang berada di kios-kios, bukan buku pelajaran yang mereka buka tetapi mereka malah asyik bermain kartu dan merokok. Masa muda yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan minat dan bakat seluas-luasnya harus ditenggelamkan oleh pengaruh dari buruknya pergaulan.

Inilah tantangan kita pada masa sekarang ini. Peran orangtua di rumah, peran guru di sekolah, peran sesama pemuda untuk terus saling mengingatkan dan memantau pergaulan generasi muda sangatlah diperlukan. Distorsi mentalitas generasi muda tidak mutlak salah mereka, diperlukan upaya yang saling mendukung untuk menciptakan generasi yang unggul.

Ketika peran orangtua di rumah sudah kurang mampu mengayomi anaknya sendiri, ketika waktu orangtua lebih banyak untuk pekerjaannya daripada untuk anaknya, ketika orangtua sudah sedikit memiliki waktu untuk mendengarkan keluahan anaknya, anak-anak kita akan berusaha untuk mencari orang lain atau lingkungan baru yang bisa mendengarkan keluhannya. Tidak masalah jika orang atau lingkungan baru tempat anak kita mengeluarkan keluh-kesahnya merupakan lingkungan yang positif, tetapi bagaimana jika anak-anak kita mencari orang lain atau lingkungan yang buruk?Inilah yang mengakibatkan begitu banyak generasi muda yang kurang produktif.

Seperti kata Bung Karno, “Berikan kepadaku 10 orang pemuda, maka akan aku ubah dunia!” hal ini menunjukkan begitu besarnya peran pemuda dalam meningkatkan kualitas bangsa. Tidak ada bangsa yang besar tanpa perjuangan generasi mudanya. Lihat saja Mushab bi Umair yang pada usia sangat muda telah menjadi duta atau utusan Rasul ke Madinah untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan bai’at kepada Rasulullah di bukit ‘Aqabah. Sungguh prestasi yang luar biasa bagi Mushab bin Umair, ia meninggalkan segala kemewahan dunia untuk mengejar pahala akhirat. Tidak ada kesia-siaan, karakternya terbentuk, perilakunya senantiasa dijaga, inilah yang menjadi nilai lebih dari seorang pemuda. Oleh karena itu, pemuda masa kini harus kembali kepada Al-Quran dan meneladani kisah-kisah sahabat Rasulullah. Dengan begitu, generasi muda akan mendapatkan semangat baru untuk berjuang dan pada akhirnya akan turut serta meningkatkan kualitas bangsa.

One thought on “Pemuda Harapan Bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s