Makna Menulis Bagi Saya

Entah kenapa menulis menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi saya. Ketika saya menulis dan membagikan tulisan saya kepada publik, ada perasaan bahagia dalam hati. Ada kalimat bijak yang benar-benar menginspirasi saya, kalimat bijak itu berbunyi, “Kebahagiaan hakiki adalah bukan berdasarkan apa yang kamu terima, tapi apa yang telah kamu berikan untuk orang lain.” Nampaknya, kalimat inspiratif itu benar-benar terasa ketika saya menulis. Ya, menulis tidak lain adalah suatu kegiatan yang bersifat memberi, baik itu berbagi kisah maupun pengalaman yang sarat hikmah.

Tidak menulis sehari saja membuat saya merasa belum “memberikan” apa-apa kepada orang lain. Diri ini serasa belum memberikan manfaat untuk orang lain. Dengan menulis, sebenarnya kita telah berinvestasi secara tidak langsung. Bagaimana tidak?Tulisan yang kita publikasikan saat ini ataupun sudah lampau akan tetap bisa menginspirasi orang lain, itulah suatu investasi pahala bagi kita.

Menulis juga merupakan suatu kegiatan yang saya lakukan untuk mengikat makna. Banyak sekali kejadian sehari-hari kita yang mengandung banyak hikmah. Jika dulu kita biasa menulis dalam buku harian (diary) dan kita kunci rapat-rapat agar tidak ketahuan orang lain, maka kini kita harus membuka tulisan kepada publik agar publik pun merasakan manfaat dari tulisan yang kita buat.

Menulis juga merupakan sarana meng-eksplorasi diri sendiri. Dengan banyak menulis, pikiran kita akan berpikir lebih banyak dari biasanya untuk menuangkan ide-ide. Kita “dipaksa” untuk bisa mengetahui banyak hal dengan menulis. Contohnya, ketika kita akan menulis suatu topik tentang dunia politik, mau tidak mau kita harus banyak membaca literatur yang berhubungan dengan dunia politik, begitu juga dengan topik-topik lainnya.

Menulis juga menjadi sarana bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Bagaimana mungkin kita menulis yang isinya menyuruh orang lain melakukan sesuatu tetapi kitanya sendiri belum melakukan apa yang diperintahkan untuk orang lain. Dengan begitu, kita akan terus memperbaiki diri kita pelan-pelan sesuai dengan apa yang ingin kita tuju melalui tulisan kita.

Ternyata, kepribadian dan minat seseorang pun bisa kita nilai melalui tulisannya, baik itu melalui gaya bahasanya maupun topik apa yang sering dibahas. Makna menulis disini masuk ke dalam kategori menulis untuk menampakkan diri sendiri. Jika kita melihat pada era sekarang ini, ketika web 2.0 sudah semakin canggih. Menilai kepribadian dan minat seseorang tidaklah terlalu rumit, kita bisa melacaknya melalui media internet−terlebih lagi melalui facebook.

Namun, ada makna menulis yang begitu penting bagi saya, yaitu menulis untuk membagikan. Di era web 2.0 ini sudah banyak tersedia media yang bisa kita gunakan untuk membagikan/mem-publish tulisan kita. Mulai dari blog, milis, hingga facebook. Dengan membagikan tulisan−dan tentu saja tulisan yang bermanfaat−akan membuat banyak orang terinspirasi dan mau melakukan suatu kebaikan yang kita tuangkan dalam tulisan kita. Dan yang lebih penting lagi, tulisan kita mampu mencegah orang lain dari perbuatan dosa dan kerusakan. Tidak terbayangkan oleh saya, begitu banyak pahala yang mengalir kepada ulama-ulama terdahulu yang menuliskan begitu banyak kita yang kita baca hingga sekarang dan begitu menginspirasi dan mencerahkan hati para pembacanya.

Terakhir, saya ingin mengajak sekaligus mengingatkan diri saya sendiri untuk tetap konsisten menulis. Dengan menulis sebenarnya kita sedang berinvastasi pahala−amal jariyah, dengan menulis berarti kita bisa membagikan sesuatu bagi orang lain dan bisa menjadikan kita sebagai manusia yang bermanfaat untuk orang lain. “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.” Menulislah walau satu ayat.

One thought on “Makna Menulis Bagi Saya

  1. Yumna

    Assalamu’alaikum…
    izin share ya n copas untuk saya baca saat kondisi lebih tenang. semoga saya menjadi mantap untuk langkah yang akan saya ambil untuk ke depannya… menuls adalah pilihan untuk kita mau hanya omongan belaka atau benar2 kita realisasikan.
    semua adalah pilihan…
    menulis itu indah, namun kadang sulit untuk digambarkan…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s