Satu Aksi, Beragam Reaksi

Dalam suatu pagi ada seorang kakek buta yang menyebrang jalan. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan kemudian menabrak kakek buta ini hingga meninggal.

Seorang ibu berkata, “Gara-gara pemuda tadi mengebut, jadi kakek ini tertabrak lalu meninggal.”

Seorang mahasiswa berkata, “Salahnya orang buta yang menyebrang.”

Seorang gadis berbisik, “Mengapa Tuhan membiarkan kakek buta ini meninggal dalam keadaan demikian?”

Salah seorang tetangga nyeletuk, “Inilah jalan terbaik bagi kakek buta ini, kasihan kalau ia hidup lebih lama lagi. Ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Kita doakan saja, semoga amal ibadah almarhum diterima.”

Berawal dari satu kejadian, tapi membuahkan berbagai tanggapan dan penafsiran. Sebenarnya bukan permasalahan yang membuat kita susah sendiri, melainkan respon dan pemikiran kita terhadap suatu permasalahan yang justru menentukan keadaan diri kita sendiri. Ada aksi, ada reaksi. Hanya sikap dan respon terbaik lah yang akan membuahkan hasil yang baik. Sebelum menyalahkan orang lain, tanyakan dulu pada diri kita sendiri, siapa tahu justru kesalahan ada pada diri kita sendiri.

One thought on “Satu Aksi, Beragam Reaksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s