Metamorphose

Permasalahan bagi sebagian orang mungkin merupakan musibah yang disesali keberadaannya. Menyesali mengapa harus dirinya yang ditimpa musibah, mengapa tidak orang lain saja? Padahal ia merasa sudah berbuat baik dan beribadah dengan benar, sedangkan orang lain yang gemar bermaksiat “tidak” mendapat pembalasan apa-apa. Padahal menurut Allah, justru permasalahan dan cobaan itulah yang akan menggugurkan dosa dan membuat seseorang menjadi tangguh.

Ada lagi yang menganggap bahwa permasalahan itu adalah berkah baginya, bahkan ia mensyukurinya. Baginya, permasalahan adalah vitamin bagi jiwa yang akan menumbuh-kembangkan mentalitas yang tangguh. Sungguh, keputusan untuk mengeluh dan tetap tegar menghadapi masalah benar-benar ditentukan oleh diri sendiri, tetapi konsekuensi dari dua pilihan itu terasa jauh sekali bedanya.

Tidak terbayangkan oleh kita, jika seorang Thomas Alva Edison selalu mengeluh di setiap kegagalan percobaannya. Bagaimana jika baru 10 kali percobaan saja ia sudah mengeluh?pastilah dunia ini tidak mengenal adanya lampu−terlepas dari pembicaraan takdir. Malah, ia menyebut percobaan-percobaan gagalnya sebagai cara ia untuk mengetahui resep keberhasilan.

Pasti kita mengenal seorang Andrie Wongso yang kini menjadi motivator nomor 1 di Indonesia. Padahal, dulunya ia tidak sempat mengenyam pendidikan SMP. Akan tetapi, berkat kegigihannya ia mampu mengalirkan kata-kata yang memotivasi orang lain.

Belum lagi tentang kisah Mario Teguh, beliau selalu dinanti di layar kaca. Aliran kata-kata motivasinya banyak ditunggu-tunggu oleh pemirsa. Bahkan, ada yang menjadikan kata-kata motivasinya Mario Teguh sebagai prinsip hidupnya. Inilah sebuah kekuatan kata-kata sebagai buah dari perjuangan Mario Teguh dalam menghadapi berbagai masalah.

Lalu, saya penah terpikir tentang begitu banyaknya kata-kata mutiara atau quotes dari para filsuf atau tokoh pada masa lalu. Tidak mungkin seorang Soekarno sekonyong-konyong mengatakan, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”, pastilah kata-kata itu keluar dari mulutnya setelah ia bergelut dengan perjuangannya sebagai pemimpin Negara, pastilah kata-kata itu keluar dari mulutnya sebagai buah dari ketegarannya menghadapi segala persoalan bangsa.

Jangan kita kira saudara-saudara kita di Palestina itu lebih menderita dari kita. Belum tentu, siapa tahu justru dalam kecaman dan teror, membuat mereka lebih merasa bersyukur ketika memakan sepotong roti saja atau merasakaan kenikmatan beribadah di tengah gempuran Israel. Siapa tahu juga, dalam suasana tertekan itulah yang membuat mereka lebih tegar dan bisa menelurkan kata-kata hikmah dari perjuangannya.

Walaupun kita menganggap kata-kata mutiara itu bisa kita buat sekejap saja, tetapi pasti kata-kata itu tidak mengandung filosofi perjuangan. Begitu banyaknya kata-kata mutiara yang keluar dari mulut para tokoh dunia merupakan hasil perjuangannya bertahun-tahun, atau bahkan lebih. Kata-kata itu tentu saja mengandung makna filosofi yang tinggi bagi yang mengucapkannya dan ini merupakan suatu proses metamorphosis ke arah yang lebih baik. Seperti seekor kupu-kupu cantik yang keluar dari himpitan kepompong.

Begitulah arti permasalahan bagi kita, setiap permasalahan yang kita hadapi sebenarnya tengah mempersiapkan diri kita untuk menelurkan kata-kata mutiara indah yang keluar dari mulut kita sendiri sebagai buah dari perjuangan. Hingga suatu saat nanti, dunia akan mengutip kata-kata mutiara diri kita. Begitu kita telah sanggup melewati suatu permasalahan, mungkin saja secara refleks kita akan menemukan kata-kata yang begitu menggugah dan inilah proses metamorphosis itu. Eureka!

2 thoughts on “Metamorphose

  1. Pingback: funktaztic.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s