Writer’s Block

playingspoons.wordpress.com

Pernahkah Anda merasa memiliki banyak ide untuk dituliskan, tetapi sesaat kemudian Anda kebingungan akan menuliskannya?Atau pernahkah Anda sudah setengah jalan dalam menulis, tetapi sesaat kemudian Anda urungkan niat Anda itu karena ide tersendat di tengah jalan?Atau bahkan ketika Anda sudah setengah jalan dalam menulis tetapi Anda buru-buru menghapusnya karena takut kehabisan ide di tengah jalan?memang itulah penyakit yang mungkin pernah singgah di setiap orang yang akan menulis.

Memaksakan diri untuk menulis ketika sedang tidak memiliki ide yang cukup akan membuat kita jadi frustasi. Otak kita akan dipaksa untuk bisa mengeluarkan ide yang brilian padahal inspirasi di otak kita sedang buntu atau mentok. Rasanya ingin sekali kita menulis dan membagikan manfaat untuk orang lain, itulah yang menjadi alasan bagi sebagian orang−termasuk saya−untuk sebisa mungkin tetap menelurkan sebuah tulisan walaupun sedang tidak ada ide.

Sebenarnya, kita bisa mendeteksi gejala-gejala dari writer’s block dengan membaca tulisan orang lain. Saya pernah berkunjung ke blog teman saya yang sudah tidak di-update hampir sekitar satu bulan bahkan lebih, terlepas dari kesibukan penulisnya. Ada juga yang meng-update blognya dengan meng-copy-paste lagu-lagu kesukaannya. Dari situ saya menilai bahwa si empunya blog sedang mengalami kebuntuan ide untuk menulis tetapi memaksakan dirinya untuk tetap bisa menulis dan meng-update blog tentunya.

Selain itu, saya juga pernah mengunjungi blog yang isi tulisannya pendek-pendek−terlepas dari pesan yang ingin disampaikan. Pada awal tulisan itu diceritakan tentang pengalaman penulisnya, semakin mendekati akhir tulisan, fokus tulisan pun mulai melenceng dari cerita awal yang sudah dibangun. Tulisan itu pun berhenti tanpa bisa menjelaskan makna yang ingin disampaikan. Dari situ saya menilai bahwa sang penulis mengalami kebuntuan ide untuk merampungkan tulisannya.

Merangsang ide memang tidak mudah, diperlukan usaha yang maksimal untuk mendapatkan ide yang brilian. Sebenarnya, jika kita mau, kita bisa menangkap ide dimana saja, baik itu dari lingkungan sekitar kita maupun dari lingkugan yang berada jauh dari kita (dengan mengacu pada referensi).

Berikut ada langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika kita mengalami writer’s block :

  1. Banyak membaca referensi
  2. Tidak hanya membaca buku saja, tapi bisa juga dengan membaca Koran, majalah, atau bulletin. Jika dengan membaca dirasa masih belum menemukan ide, maka perluas referensi kita dengan menonton, baik itu menonton berita, film, atau serial dokumenter.

  3. Tuliskan ide yang muncul
  4. Kita tidak tahu kapan dan dimana ide untuk menulis itu akan muncul, maka dari itu siapkanlah sebuah catatan kecil atau dengan HP ketika kita tiba-tiba menemukan ide untuk dituliskan. Ide yang tidak ditulis akan mudah hilang dan terlupakan begitu saja, siapa tahu ide itu adalah ide yang brilian. Oleh karena itu, segera ikat ide yang muncul dengan menuliskannya.

  5. Menulis bebas
  6. Metode ini akan membiasakan kita untuk mengeluarkan ide apa adanya, tanpa rekayasa dan editing. Menulislah secara bebas seolah kita mengeluarkan semua yang ada di kepala kita, jangan perhatikan dulu struktur kalimat dan bahasanya. Setelah kita “menguras” habis ide di kepala kita, baru kemudian kita lakukan proses editing. Kita endapkan sejenak, lalu pilih kata-kata yang baik untuk kita kembangkan dan mereduksi kata-kata yang tidak bermakna.

  7. Membuat mindmap
  8. Mindmap diperlukan agar tulisan kita tetap fokus pada apa yang ingin disampaikan. Sambungkan topik utama dengan pengalaman yang pernah kita rasakan atau dengan melihat referensi tadi. Dengan begitu, kita akan dilatih untuk bisa berpikir sistematis.

Menurut saya, tips-tips untuk mengatasi writer’s block ini juga sudah sering diulas di berbagai artikel, tips-tips menulis pun sudah banyak tersedia hanya saja keseriusan untuk menulis kembali kepada diri kita masing-masing. Terus berlatih adalah kuncinya, selain itu juga kita bisa melihat gaya dan karakter tulisan dari para penulis terkenal. Pada awalnya, kita mungkin masih terpengaruh dari gaya menulis orang lain. Dengan rajin berlatih, lama-kelamaan kita akan menemukan sendiri gaya dan karakter dari tulisan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s