Indonesia Akan Membaik Jika…

Dampak ekonomi global memang sangat terasa bagi Indonesia, ditambah lagi dengan dibukanya perdagangan bebas−CAFTA−yang semakin membuat Indonesia terengah-engah dalam mengikuti persaingan global. Semakin banyak rakyat yang merasakan keterpurukan, kemiskinan merajalela sedangkan kalangan elite terus sibuk dengan kekayaannya. Dunia pendidikan pun semakin terdegradasi karena dana pendidikan pun tak luput untuk dikorupsi.

Indonesia pun telah mengalami krisis moral, krisis akhlak, krisis kepercayaan, dan krisis keteladanan. Banyak kalangan masyarakat yang mulai terbius dengan budaya barat sehingga sudah melupakan adat ketimuran. Kini, masyarakat Indonesia sudah tidak canggung lagi untuk bugil di depan kamera, seolah menjadi trend baru. Adat ketimuran yang kental dengan rasa malu itu pun sudah semakin tergerus akibat pergaulan yang salah dan budaya latah yang dialami masyarakat kita.

Genap lengkaplah penderitaan jasmani dan rohani, sosial dan emosional. Jati diri manusia beradab telah beralih kepada perilaku-perilaku kehewanan. Keadaan ini menunjukkan bahwa kebanyakan manusia telah bergeser dari statusnya sebagai hamba Allah yang diciptakan hanya untuk beribadah kepadaNya saja. Ulah atau tingkah laku yang seharusnya menaati pencipta manusia, telah mereka gantikan dengan menuruti hawa nafsu. Segala sesuatu hanya berdasar pertimbangan akal mereka yang terbatas dan nafsu hewani belaka. Aturan-aturan Penciptanya tak lagi dihiraukan.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang berbuat salah kemudian menyesali dan bertaubat. Bukankah masyarakat Indonesia menginginkan kesejahteraan, keberkahan usaha, hidup sejahtera, pendidikan yang layak, kebutuhan hidup yang tercukupi?Namun, keinginannya tersebut tidak diiringi tindakan yang benar. Banyak orang yang mengiginkan hidupnya sejahtera, menuntut pemerintah untuk menaikkan gaji, padahal dirinya sendiri tidak melakukan sesuatu untuk menyejahterakan dirinya, malah sebagian penghasilannya dikeluarkan untuk membeli rokok−sesuatu yang banyak merugikan dirinya.

Dosa-dosa besar dikerjakan setiap hari secara terang-terangan yang menjadi pemandangan menyesakkan dada orang-orang yang peduli dengan agamanya. Hukum Allah tidak diterapkan di dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara serta dalam tataran internasional, kecuali hal-hal tertentu yang disesuaikan dengan selera dan hawa nafsu (mencampur yang haq dengan yang batil).

Jika keadaan seperti ini tidak membuat manusia menyadari akan kekeliruan atau kesalahan dan merasa berada di dalam kebenaran atas dasar, standar atau kriteria hawa nafsu, maka sungguh teramat ”layak” jika musibah, azab, bencana, akan terus menimpa manusia Indonesia, seperti sekarang ini.

Sesungguhnya orang-orang yang memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah tidak akan merasakan penderitaan dan kesedihan karena ia yakin dibalik semua ini tersimpan hikmah yang besar. Bangsa Indonesia yang besar ini tidak akan terus terpuruk dalam kesedihan jika setiap warga negaranya benar-benar mau sama-sama saling mengingatkan untuk kembali ke jalur yang benar. Kadang seseorang akan merasa putus asa dan peseimis ketika mengalami permasalahan yang pelik. Namun, berbekal keyakinan yang kuat tadi lah kita bisa bangkit kembali.

Saya yakin, setiap masyarakat kita mendambakan kesejahteraan, memimpikan perekonomian yang baik, menginginkan pendidikan yang tinggi, atau impian-impian lainnya. Hanya saja, rasa optimisme belum benar-benar kuat mengakar pada diri setiap anak bangsa. Impian yang tinggi tidak diikuti dengan usaha yang gigih, bahkan hanya menunggu bantuan dari pemerintah. Jika terus dibiarkan, masyarakat tidak akan menjadi mandiri. Kesadaran harus dimulai dari diri sendiri, jangan menunggul bola dari orang lain. Jemput bola dan raih kesempatan emas itu.

Kita tidak bisa mengubah keadaan bangsa sebelum mengubah keadaan masyarakat, kita pun ternyata tidak bisa mengubah keadaan masyarakat sebelum mengubah kondisi keluarga dan mengubah keluarga tidak akan bisa sebelum kita mengubah diri kita sendiri. Jadi, bangsa yang besar akan tumbuh dari pribadi-pribadi yang berkarakter baik dan tangguh. Jika kita benar-benar menginginkan kondisi bangsa membaik, maka kita harus memulai untuk memperbaiki diri terus menerus.

”… Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendir i…” (Q.S Ar-Radu : 11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s