Pengaruh Media dalam Pemberitaan Video Mesum

Sudah lebih dari dua minggu, pemberitaan media tidak lepas dari seputar video mesum yang diduga mirip artis ternama Indonesia itu, Tidak hanya infotainment saja yang gencar menampilkan beritanya, koran-koran ibukota dan televisi nasional pun ikut ambil bagian menjadi peramai suasana. Di sela-sela waktu berita televisi dan headline koran seakan tidak pernah putus dari pemberitaan ini.

Lalu, apa yang salah dari media−cetak maupun elektronik− yang dengan gencarnya memberitakan kasus asusila ini?Mereka sepertinya tidak memperhitungkan dampak sosial yang timbul di masyarakat, terlebih lagi anak-anak di bawah umur yang kurang mendapat pengawasan dari orang tua mereka. Kita tentu merasakan begitu banyak infotainment yang seolah tidak pernah padam memberitakan kasus ini, tapi apakah mereka sadar bahwa keuntungan dari rating tinggi yang mereka dapat malah menghancurkan mentalitas masyarakat?

Jika kita melihat kembali Undang-undang Pers Nomor 40/1999, Pasal 5 ayat 1 yang berbunyi, “Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat.” Pengaturan UU saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi dengan tanggungjawab moral yang baik sehingga tanggung jawab moral itulah yang akan menjadi benteng dari keburukan.

Tidak kita pungkiri bahwa berita video mesum ini terus mendapat rating tertinggi di berbagai media pemberitaan. Bahkan ketika saya membuka situs-situs media online, pada halaman berita terpopuler, berita video mesum ini terpampang di urutan teratas. Sungguh suatu ironi bagi bangsa kita yang masih memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk dan perlu segera dibenahi di setiap bidang.

Peran media dalam membentuk opini publik sudah tidak diragukan lagi. Masyarakat seolah tergerakkan dan seolah ikut mengalir begitu saja mengikuti arus informasi yang bergulir. Pemberitaan media yang begitu gencar pada kasus video mesum ini telah menggiring masyarakat pada suatu tingkat tertinggi rasa kepenasarannya. Jika dorongan ini tidak diimbangi dengan moral yang kokoh, masyarakat akan mudah tergiur mengikuti arus informasi yang salah.

Untuk itu, pemberitaan media –cetak maupun elektronik− hingga internet yang tidak memiliki batasan dalam penyaringan kontennya akan menjadi bencana massal jika informasi yang masuk bersifat negatif. Melihat fenomena semacam itu dan berangkat dari keprihatinan tersebut, maka pemerintah RI diupayakan untuk bisa membangun portal cyber maupun filter pada media massa dalam mengantisipasi gelombang informasi yang semakin tak terkendali.

Selain itu, masyarakat Indonesia bersifat komunal, artinya mudah terpengaruh oleh tren yang sedang mewabah. Berbeda dengan negara maju yang lebih bersifat individualis. Cara berpikir individu dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan kebanyakan orang dalam komunitasnya. Opini masyarakat akan mudah terbentuk oleh media yang dengan gencarnya melakukan pemberitaan.

Kasus video mesum ini telah mengalihkan wajah Indonesia bahkan belakangan dikabarkan juga telah mengalihkan dunia hingga seolah telah melupakan segala pekerjaan rumah (masalah bangsa) yang memiliki prioritas terpenting untuk segera dibenahi. Memang, kasus asusila ini berdampak buruk bagi masyarakt. Akan tetapi, jangan menjadikan kita hanya mencaci-maki tanpa melakukan perbuatan yang berarti. Jangan sampai pemberitaan media yang gencar memberitakan kasus asusila ini membuat kita sibuk mengurusi hal-hal yang remeh dan terlena dengan pekerjaan besar kita untuk tetap membangun bangsa dari segala aspek.

2 thoughts on “Pengaruh Media dalam Pemberitaan Video Mesum

  1. choir

    saya setuju dengan artikel yang anda tulis, pemberitaan yang berlebihan oleh media cetak maupun media elktronik sangat berpengaruh besar terhadap jiwa masyarakat.

    Reply
  2. rangeradith

    Memang betul sekali bahwa dampak media terhadap publik sangat berpengaruh sekali. Namun hal itu terkesan terlalu dibesar-besarkan. Mari kita lindungi generasi muda dari berbagai hal negatif yang demikian.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s