Kekuatan Kata-kata

Mungkin kita semua telah menyadari bahwa setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita akan dipertanggungjawabkan. Baik itu kata-kata yang positif, terlebih lagi kata-kata yang negatif. Kita pun sering mendengar sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa mulutmu adalah harimaumu. Jika kita tidak bisa menjaga lisan kita dari perkataan yang sia-sia, maka perkataan kita akan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri.

Setiap patah kata yang telah terucap tidak akan pernah bisa ditarik kembali. Oleh karena itu, kita dituntut untuk bisa berkata-kata yang baik atau jika pun tidak bisa berkata-kata, maka sebaiknya diam. Ketimbang memaksakan diri untuk berkata-kata tapi tidak memiliki ilmu tentangnya, dampaknya akan lebih buruk.

Sebenarnya kita pun bisa menilai kepribadian seseorang melalui setiap perkataannya. Kita bisa menilai seseorang itu bersifat optimis, pesimis, sombong atau pun rendah hati dari setiap kata-katanya. Pernah mendengar prinsip teko dari Aa Gym?Bahwa apa pun yang keluar dari teko tidak akan berbeda dengan isi dari teko itu sendiri. Teko yang berisi kopi pahit tidak akan keluar menjadi teh manis, begitu pun teko yang berisi sirup manis tidak akan keluar menjadi jamu pahit.

Apa yang terlontar dari lidah seseorang adalah apa yang tersirat di pikirannya. Setiap kata-kata yang mengalir dari lidahnya, tidak akan berbeda jauh dengan apa yang ada di benaknya. Jika setiap kata-kata yang keluar dari lisannya berupa perkataan yang buruk, maka itulah sebenarnya pikirannya. Begitu pun sebaliknya.

Pada hakikatnya, seseorang yang terlalu banyak berbicara, ia sedang membuka tabir dirinya sendiri. Ketika ia banyak berbicara, secara tidak langsung ia sedang menggambarkan dirinya sendiri di depan banyak orang. Syukur-syukur jika kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang positif dan membangun, tetapi bagaimana jika kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang buruk dan bersifat destruktif?Maka ia sedang membuka aib dirinya di hadapan banyak orang.

Seperti kata Bruce Barton, “Entah baik atau buruk, percakapan Anda adalah iklan Anda. Setiap kali Anda membuka mulut, Anda biarkan orang lain melihat Anda. Tutuplah mulutmu, maka orang takkan tahu seberapa tidak tahunya kamu. Bukalah mulutmu maka mereka takkan meragukan ketidaktahuanmu.”

Perlu diingat bahwa kata-kata yang didengar akan masuk dalam ingatan jangka pendek dan jika diulang-ulang akan masuk dalam ingatan jangka panjang. Selanjutnya, jika hal itu menjadi kebiasaan, bunyi yang didengar akan masuk ke dalam alam bawah sadar dan ini sulit sekali untuk dihilangkan. Itulah sebabnya, kita harus berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu, bersenda gurau, atau melecehkan orang lain karena jika hal itu mengendap lama dan sering didengar oleh orang yang bersangkutan, akan mengubah sikap dan tingkah lakunya.

Oleh karena itu, kita benar-benar dituntut untuk berpikir sebelum berkata-kata, jangan sampai kita baru berpikir setelah berkata-kata, apalagi jika kata-kata itu menyakiti hati orang lain. Memang lidah itu tidak bertulang sehingga bisa dengan bebasnya meliuk dan menghujam ke hati dan perasaan orang lain.

Itulah hikmahnya Allah menciptakan satu mulut saja agar kita bisa lebih berhati-hati dengan lisan kita. Satu lisan saja sudah sulit untuk menjaganya, apalagi lisan itu banyak. Akan semakin besar nanti pertanggungjawabannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s