Nonton Toy Story 3 3D

Salah satu cara untuk menyegarkan kembali pikiran kita adalah dengan mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya. Sesuatu yang beda kali ini adalah mencoba untuk menonton film yang notabene lebih banyak ditujukan untuk anak-anak walaupun film ini berkategori semua umur. Siapa tahu, justru inspirasi itu datang ketika kita mencoba dunia yang berbeda, kali ini saya mencoba menyelami dunia anak-anak. Dengan begitu, saya bisa melatih melihat persoalan dengan berbagai sudut pandang.

Tidak hanya hasil aktivitas membaca saja yang saya ikat ke dalam bentuk tulisan, tapi jika film yang saya tonton juga memberikan manfaat bagi saya, maka saya pun akan mengikatnya ke dalam sebuah tulisan. Inilah yang dinamakan sebuah proses “mengikat makna”. Jangan sampai hikmah yang kita dapat menguap begitu saja tanpa sempat kita tuliskan.

Film animasi yang saya tonton kali ini bukan sembarang film animasi, tapi sudah menggunakan teknologi 3D─sebanding dengan harga tiket yang juga 3D (mahal). Toy Story 3 ini memang berbeda dengan Toy Story 1, pada seri yang ketiga ini benar-benar full animasi, tidak seperti film seri pertama yang merupakan campuran antara animasi dan nyata. Namun, justru inilah yang menjadi inovasi─ditambah dengan teknologi 3D tadi.

Cerita awal hampir sama dengan film seri pertama yang bermula ketika Andy─sang pemilik boneka mainan─beranjak dewasa dan akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Seiring dengan itu pula, seluruh boneka mainannya ada yang disumbangkan, dibuang, atau masih tetap dipertahankan. Hanya Woody (boneka koboi) saja yang masih ingin dibawa oleh Andy, sedangkan boneka-boneka lainnya harus disimpan di loteng. Namun, akibat dari suatu keteledoran, boneka-boneka tadi malah ikut terbuang ke tong sampah dan selanjutnya berhasil meloloskan diri untuk kemudian masuk ke dalam box yang akan disumbangkan ke rumah bermain Sunnyside. Di sinilah petualangan itu dimulai.

Setelah menjadi “pendatang baru” di rumah bermain, mereka (Woody cs) diterima oleh “penghuni lama” di rumah bermain itu. Pemimpin “penghuni lama”─beruang ungu Lotso─itu langsung mengarahkan “penghuni baru” untuk menempati kamar bermain yang ditempati oleh anak-anak yang kasar terhadap mainan (saya lupa namanya). Ternyata, dibalik itu semua ada tipu muslihat dari beruang ungu Lotso untuk mengorbankan Woody cs itu. Woody merasa harus kembali kepada pemilik aslinya (Andy), tetapi cs nya masih bersikukuh bahwa mereka telah dibuang oleh Andy sehingga memilih menetap di rumah bermain itu.

Setelah merasakan “siksaan” dari para penghuni kamar, Woody cs merasa tidak kerasan lagi dan ingin pindah ke kamar kupu-kupu yang penghuninya sangat apik terhadap mainan. Akan tetapi, niat Woody cs itu harus digagalkan oleh pemimpin “penghuni lama” sehingga akhirnya Woody cs menjadi bulan-bulanan mereka. Hingga pada akhirnya Woody kembali dan mengajak cs nya keluar dari rumah bermain itu. Petualang seru terjadi di sini, selain cukup menegangkan, petualangan ini juga dibumbui dengan humor-humor segar.

Hingga pada akhirnya, semua boneka terjebak dalam tong sampah yang akan diangkut oleh truk pengangkut sampah. Kemudian semuanya masuk  ke dalam tong sampah dan diangkut menuju tempat pembuangan akhir. Walaupun kondisi sudah menghimpit Woody cs, tetapi mereka tetap teguh dalam persahabatan. Ini makna yang saya ambil dari kisah ini. Hingga mereka semua bisa kembali ke rumah Andy.

Pada scene terakhir, kisah yang disajikan membuat saya terharu meskipun ini hanya film animasi. Betapa persahabatan yang dilandasi dengan rasa senasib seperjuangan tidak akan tergoyahkan oleh keadaan. Walaupun kondisi sudah memaksa mereka untuk berpisah, tetap saja ikatan persahabatan di antara mereka tetap kokoh. Hingga pada akhirnya, Andy tidak jadi membawa Woody pergi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Satu lagi makna yang saya dapat dari film ini, betapa ketulusan yang telah diberikan akan memberikan ruang di hati orang lain (dalam cerita ini ketulusan hati seorang anak kecil untuk merawat boneka-boneka mainan itu).

Dengan katakternya masing-masing, mainan-mainan hidup dalam film ini─Buzz Lightyear sang jagoan dari angkasa, koboi perempuan Jassie dan kudanya Bullseye, suami istri Mr & Mrs Potato Head, Slinky si anjing pegas, dan celengan babi Hamm─memberi kita momen-momen indah, lucu, sedih, dan menegangkan. Ini adalah film yang menghibur, melenturkan imajinasi, dan mengokohkan inspirasi persahabatan. Kita seperti duduk dalam suatu wahana dengan kacamata 3D dan menyelami dunia anak-anak.

2 thoughts on “Nonton Toy Story 3 3D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s