Belajar Menulis dari Joanne Kathleen Rowling

Joanne Kathleen Rowling, atau yang lebih dikenal dengan nama J.K. Rowling lahir pada 31 Juli 1966 di rumah sakit Sodbury, Edinburgh, Skotlandia. Pada kesehariannya J.K. Rowling akrab dipanggil dengan nama Jo.

Bakat Jo untuk menulis sudah terlihat sejak kecil. Adiknya, Di, yang lebih muda 2 tahun darinya selalu mendorongnya untuk mengembangkan bakat menulisnya itu. Cerita pertama yang ditulis Jo berjudul “Rabbit” atau “Kelinci”. Sejak menulis cerita pertamanya, Jo kemudian bertekad untuk menjadi penulis. Tapi ia tak pernah memberitahukan orang lain tentang tekadnya tersebut, ia khawatir orang lain yang membaca ceritanya akan mengatakan bahwa Jo tidak punya bakat untuk menjadi pengarang cerita.

Setelah dewasa, Jo melanjutkan sekolah dengan kuliah di Universitas Exeter dengan mengambil jurusan Sastra Perancis. Ia memilih jurusan ini setelah didesak oleh orang tuanya, bahwa setelah lulus dari sana ia bisa melamar menjadi sekretaris. Dan memang setelah lulus, Jo bekerja sebagai sekretaris pada suatu perusahaan, tapi bukannya menulis atau mencatat jalannya rapat, sebagaimana tugas seorang sekretaris, ia malah mengarang cerita, akibatnya ia dipecat dan sejak itulah ia berganti banyak pekerjaan.

Tahun 1990, dalam perjalanan dari Manchester ke London, kereta yang ditumpanginya mogok selama 4 jam. Saat duduk menunggu di kereta itulah ide tentang kisah seorang anak laki-laki yang tidak tahu sihir dan kemudian dikirim ke sekolah sihir muncul dibenaknya. Cerita yang kemudian diberi judul Harry Potter.

Pada September 1990 ia pindah ke Portugal dan menjadi guru bahasa inggris disana. Ia mengajar pada siang dan sore hari. Ia sangat menyukainya karena pada pagi hari ia bisa melanjutkan idenya untuk menulis tentang Harry Potter. Di portugal Jo menikah dengan Jorge Arantes dan mempunyai seorang putri yang diberi nama Jessica pada 1993, tapi tak lama setelah itu mereka bercerai.

Saat ia kembali ke Inggris, yang dibawanya pulang bukanlah tas yang penuh dengan pakaian tapi tas itu penuh dengan kertas-kertas yang berisikan karangan tentang Harry Potter. Ia bertekad untuk menyelesaikan Harry Potter dan menerbitkannya sebelum ia mengajar sebagai guru bahasa perancis.

Jo sangatlah miskin pada saat itu. Ia sering menulis di kafe karena rumahnya sangat dingin sehingga ia tidak memilikii inspirasi untuk menulis disana. Untunglah pemilik kafe tersebut baik hati, ia dibiarkannya menulis, walaupun hanya memesan secangkir kopi saja, sementara bayinya tertidur disampingnya.

Jo menyelesaikan Harry Potter pada tahun 1996, satu tahun kemudian pada tahun 1997, Bloomsbury Press, sebuah penerbit di Inggris membeli ceritanya dan menerbitkannya dengan judul “Harry Potter and the Philosopher’s Stone“, itu adalah saat terindah dalam hidup Jo.Beberapa bulan kemudian sebuah penerbit Amerika juga membeli ceritanya tersebut dengan harga yang cukup tinggi, sehingga ia memutuskan untuk berhenti mengajar dan berkonsentrasi penuh untuk menulis. Buku Harry Potter tersebut ternyata sukses besar di seluruh dunia. Ia pun menulis lanjutannya yang juga sukses seluruhnya. Jo sendiri merencanakan akan menulis Harry Potter sampai seri ke-7, atau sampai tahun ke-7 Harry bersekolah di Hogwarts, itu berarti ia akan menulis sampai Harry lulus dari Hogwarts.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s