Turn off Your Television and Read Books

Jika merujuk pada data Nielsen Inde, frekuensi anak-anak Indonesia menonton televisi dalam sepekan adalah sekitar 30-35 jam. Berarti, anak-anak telah menghabiskan waktu di depan televisi selama 4-5 jam dalam sehari dan 1560-1820 dalam setahun. Hal ini menunjukkan bahwa sejak usia dini, generasi manusia Indonesia secara tidak langsung telah dididik oleh budaya yang kurang produktif.

Angka ini jauh lebih besar daripada jumlah jam belajar di sekolah dasar yang tidak lebih dari seribu jam setiap hari. Ketika seorang anak telah menginjak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), berarti ia sudah menonton televisi selama 15.000 jam. Sementara waktu yang dihabiskannya untuk belajar tidak lebih dari 11.000 jam saja. Sungguh ironis, anak didik kita lebih banyak “dididik” oleh televisi ketimbang guru di sekolah.

Anak-anak didik kita kini lebih banyak duduk di depan televisi ketimbang berkonsentrasi pada buku bacaan atau pun literatur untuk lebih membuka cakrawala berpikir dan meluaskan wawasannya. Namun, untuk mengubah realita itu dibutuhkan suatu perjuangan yang keras untuk mendidik masyarakat mayoritas bangsa ini untuk mau meninggalkan─paling tidak mengurangi─budaya menonton menjadi budaya membaca yang lebih memberdayakan.

Memang, mengubah kebiasaan ataupun budaya seseorang tidaklah mudah, apalagi menyangkut soal mengubah budaya masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang sistematis dan berkelanjutan antara pemerintah dan kalangan masyarakat untuk mereduksi budaya yang kurang produktif ini (menonton tayangan televisi yang kurang bermutu).

Program tayangan televisi tidak terlepas dari upaya komersialiasi bisnis. Acara siapa yang mampu bertahan dalam rating teratas, dialah yang berjaya─terlepas dari kualitas tayangan tersebut. Hal yang lebih parah lagi, tayangan televisi tidak memerhatikan jam tayang yang seharusnya. Akibat terburuknya, anak-anak didik kita akan ikut menikmati tayangan yang bukan pada usianya, hal ini berakibat pada perkembangan anak yang tidak normal. Mungkin saja akan berdampak pada gejala “dewasa sebelum waktunya”.

Oleh karena itu, gerakan membaca buku atau kegiatan literasi untuk mendidik publik harus ditingkatkan. Hal ini untuk mengarahkan anak-anak didik kita agar memiliki proteksi dini dan kemampuan untuk memilah acara televisi yang lebih beradab dan mendidik. Bahkan, gerakan sehari tanpa televisi (khususnya tanpa menonton tayangan yang kurang bermutu), turn off your tv and read books juga perlu digelorakan (lagi) sebagai bagian dari resistensi bahkan perlawanan terhadap hegemoni pengelola stasiun televisi kita yang nampaknya (atau memang fakta) sangat berkompromi dengan komersialisme.

Memang, tidak semua tayangan televisi kurang bermutu. Akan tetapi, saking banyaknya tayangan yang kurang bermutu, tayangan yang bermutu dan sarat dengan pendidikan jadi terlihat kabur dan tersamarkan. Namun, untuk mengantisipasi itu semua, kita memiliki pilihan lain yang dijamin lebih berkualitas dan tentunya menyenangkan, yaitu membaca buku.

Jadi, mulai hari ini, ketika kita tidak menemukan tayangan yang bermanfaat di layar televisi kita, kita sudah mengetahui apa yang harus kita lakukan. Ya, benar! Matikan televisi lalu cari bahan bacaan atau buku yang menarik dan bermanfaat. Turn off your tv and read books.

One thought on “Turn off Your Television and Read Books

  1. dilapuspita

    HARI TANPA TV, Minggu 25 Juli 2010.
    “bukan anti TV, hanya sekedar mendorong kian banyak hadirnya program TV yang sehat, bergizi dan AMAN dikonsumsi ANAK serta keluarga”
    KIRIM SMS DUKUNGAN KEPADA KOALISI NASIONAL HARI TANPA TV 0812.1002.4009 – email haritanpatv@kidia.org

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s