Ramadhan 1 : Melejitkan Diri di Momentum Ramadhan

1 Ramadhan 1431 H / 11 Agustus 2010

Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kembali kita dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Tanpa terasa setelah berbulan-bulan menunggu, tak tahunya alarm itu berbunyi dan telah menggertak kita untuk bangkit menyambutnya dengan penuh antusias. Tiada bulan seindah bulan Ramadhan. Tiada momentum yang paling baik selain Ramadhan. Ramadhan dan tarbiyahnya bisa mentransformasikan diri kita ke arah yang lebih baik. Ibarat kepompong yang mengalami tarbiyah sebelum bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah.

Begitulah Ramadhan. Nuansa dan lingkungan kita akan secara “tiba-tiba” terkondisikan dalam keadaan yang baik. Masjid-masjid akan penuh oleh jamaah yang ingin meraup pahala sebesar-besarnya. Ramai-ramai orang menyisihkan sebagian rezekinya untuk orang lain dengan berusaha semaksimal mungkin tidak diketahui oleh tangan kirinya. Masyarakat pun akan bertransformasi untuk menyambut Ramadhan ini dengan penuh totalitas. Secara tiba-tiba pula, sebagian besar acara televisi menyiarkan tayangan religius.

Lalu, bagaimana mungkin kita tidak ikut terkondisikan dalam nuansa yang baik itu? Sedangkan seseorang dibentuk berdasarkan tarbiyah (pembinaan, pendidikan) dan lingkungannya. Ramadhan akan melahirkan tarbiyah dan lingkungan yang baik. Otomatis, kita yang berada dalam nuansa yang baik itu akan larut dalam kebaikan pula (Insya Allah).

Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Bulan yang akan menjadi “Sekolah besar” dan akan “memaksa” kita untuk mau mendapat ilmu sebanyak-banyaknya, meraup pahala setebal-tebalnya, dan tujuan yang paling indah : menggapai ridho Allah. Kini, tak perlu kita menunggu lagi bulan Ramadhan itu. Tak perlu kita membuat countdown Ramadhan. Ramadhan adalah kini. Ramadhan sudah dimulai hari ini. Dan mari kita jadikan Ramadhan ini menjadi momentum untuk melejitkan diri menjadi pribadi yang terus-menerus mengejar kebaikan.

Selamat memasuki bulan Ramadhan.
Selamat memasuki wahana “bermain”
Dan mainkanlah semua wahana
Untuk meraup poin plus sebanyak-banyaknya

Selamat memasuki masa tarbiyah
Nikmatilah layaknya kepompong menikmati masanya
Ia tidak menyesali masanya
Karena ia tahu
Kelak itu yang akan menjadikannya indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s