Backpacking to Surabaya : Surabaya si Kota Metropolitan

Catatan pelajaran
Oleh : Rizal Dwi Prayogo

Bagi saya, julukan kota metropolitan tidak hanya cocok disandang oleh kota Jakarta saja. Namun, setelah saya berkunjung ke Surabaya, saya menyadari bahwa Surabaya pun memang merupakan kota metropolitan. Begitu saya menginjakkan kaki di kota Pahlawan ini, saya benar-benar merasa seperti orang kerdil di tengah gedung-gedung yang berdiri megah. Selain itu, saya pun takjub akan tata kota yang tertata apik.

Saya benar-benar merasakan bahwa Surabaya merupakan sebuah kota besar ketika saya menyusuri sepanjang jalanan Surabaya. Di kiri-kanan jalan, berdiri dengan megah gedung-gedung pemerintahan, hotel, apartemen, bank, hingga gedung tinggi yang belum rampung pun ada. Nuansa lalu-lintasnya pun jauh berbeda dengan kota-kota kebanyakan. Sepanjang jalan, saya melewati jalan-jalan yang lebar dan ramai, tapi tidak macet. Tidak hanya untuk ukuran dua-tiga mobil saja lebarnya─dua-tiga lajur, tapi juga bisa sampai sekitar empat-lima mobil─empat-lima lajur.

Ada yang menarik dari manajemen transportasi di Surabaya ini. Surabaya menerapkan angkot─arek-arek Suroboyo menyebutnya bemo─dengan tarif 3.000 perak untuk jarak jauh-dekat. Di samping itu, terdapat bis kota untuk membantu moda transportasi. Namun, sepanjang pengalaman saya disana, jarang saya temui kemacetan dan tidak ada angkot yang berhenti di sembarang tempat. Ditambah lagi, setiap ruas jalan hanya memiliki satu arus (one way)─jarang saya temui pada satu ruas jalan terdapat dua arus (two ways).

Selain berdiri gedung-gedung yang modern, bangunan-bangunan di Surabaya pun dipadu dengan bangunan yang memiliki nilai sejarah, tapi kemudian dimodifikasi menjadi bangunan baru tanpa meninggalkan nuansa sejarahnya. Kesemua itu menjadi suatu tata kota yang harmonis dan merupakan suatu panorama yang menyegarkan di tengah-tengah kota yang notabene sarat dengan hingar-bingar. Indanya mengitari kota sambil berjalan di pedestrian yang lebar dan terbebas dari PKL.

Surabaya memang si kota Metropolitan. Kota Pahlawan ini telah memiliki fasilitas umum yang modern, sarana pendidikan yang maju, dan infrastruktur yang didukung oleh teknologi maju. Mungkin, Jakarta kini telah kehilangan pesonanya. Walaupun menyandang gelar metropolitan, tapi masih meninggalkan kisah suram pada manajemen transportasinya. Namun, bagi saya, Surabaya memiliki manajemen transportasi yang terbilang baik untuk ukuran kota metropolitan.

Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta. Surabaya memiliki banyak tempat bersejarah. Diantaranya adalah patung Suro-Buoyo yang terletak di Jalan Diponegoro, Tugu Pahlawan dan Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Hotel Majapahit (dulu Hotel Yamato) di Jalan Tunjungan, Jembatan Merah sebagai saksi bisu tewasnya Jendral Mallaby, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, Surabaya dijuluki kota Pahlawan.

Tidak hanya tata kotanya saja yang menarik, tapi juga masyarakatnya yang kental dengan Boso Suroboyoan­-nya. Sesekali saya mendengar mereka menggunakan bahasa Indonesia, itupun setelah saya ajak mengobrol. Selain itu, Surabaya pun memiliki makanan yang khas, misalnya saja nasi rawon setan. Namun, jika Anda ingin mencicipi makanan khas ini, sebaiknya datang pada malam hari di sekitar daerah Tunjungan. Konon, nasi rawon setan telah menjadi legenda bagi makanan khas Surabaya.

Kunjungan saya yang hanya sehari semalam di Surabaya, tidak cukup menutupi rasa puas saya. Rasanya saya ingin mengitari seluruh kota. Jika perlu memakai sepeda, tapi jarang saya lihat komunitas pesepeda di Surabaya. Tata kotanya yang apik telah menerbitkan semacam virus kerinduan dalam diri saya. Rasa penasaran ini masih terus melekat hingga saya bisa melihat-lihat semua bangunan saksi bisu sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia disana. Namun, rasa kerinduan ini tidak membuat saya ingin menetap di Surabaya seperti halnya di Jogja.

One thought on “Backpacking to Surabaya : Surabaya si Kota Metropolitan

  1. Pingback: Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s