Ramadhan 5 : Membiasakan Kebiasaan yang Tidak Biasa-Biasa Saja Pada Bulan yang Luar Biasa

5 Ramadhan 1431 H / 15 Agustus 2010

Alhamdulillah, kini Ramadhan telah memasuki hari yang kelima. Tidak terasa ketika saya melihat countdown menuju Ramadhan di masjid Salman semakin hari kian semakin dekat dengan Ramadhan. Rasanya hati ini senang sekali karena akan bertemu lagi dengan bulan yang ditunggu-tunggu itu. Kerinduan ini tak tertahankan. Namun, setelah memasuki bulan Ramadhan, saya merasa tidak senang melihat papan countdown itu masih bertengger di tempatnya. Apa pasal? Saya sedih karena hari-hari Ramadhan terus berkurang. Rasanya, ingin melambatkan waktu.

Namun, angkuhnya waktu sulit saya jinakkan. Ia─waktu─terus bergulir seolah tidak ingin mendengar kata hati setiap manusia yang ingin melambatkan masa-masa Ramadhan. Waktu hanyalah waktu, ia pun menjalankan titah Tuhannya. Sama seperti saya, seperti kita, seperti kita sebagai manusia yang sudah dipilih-Nya menjadi khalifah di muka bumi ini.

Ramadhan telah bergulir lima hari. Namun, adakah kita mendapat kesan dari hari-hari sebelumnya? Apakah kita yakin dengan amalan-amalan kita? Apa kita sudah merasa totalitas dalam mencapai target-target Ramadhan yang telah kita buat? Atau hanya sebatas hiasan dinding saja target-target itu? Pertanyaan ini saya tujukan untuk diri saya sendiri dan bagi yang membaca tulisan ini.

Jujur saja, saya tidak ingin begitu kita melewati masa Ramadhan, lalu kita terhenyak karena baru menyadari tidak memanfaatkan bulan Ramadhan dengan baik. Penyesalan itu tidak pernah on time. Ia sama saja halnya dengan kereta api ekonomi. Selalu terlambat! Maka, gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan. Melewati masa-masa Ramadhan tanpa memasang target yang akurat hanya akan membuat kita bergerak tak keruan. Ramadhan tak ubahnya seperti bulan-bulan biasa. Sama saja.

Lalu, apa yang menjadi target kita pada bulan Ramadhan ini? Meningkatkan tadarus kah? Meningkatkan amalan sunah kah? Atau memperbanyak kegiatan yang produktif? Semoga kita bisa menjawabnya dengan amaliah nyata. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat kondusif untuk melakukan transformasi diri. Yakinlah, setiap perubahan─ke arah lebih baik─yang kita lakukan di bulan Ramadhan akan berdampak pada bulan-bulan berikutnya karena kita telah terbiasa. Maka, mari kita membiasakan kebiasaan yang tidak biasa-biasa saja, tentu ke arah yang lebih baik, pada bulan baik ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s