Ramadhan 7 : Ramadhan Membentuk Manusia Merdeka Sesungguhnya

Selasa, 7 Ramadhan 1431 H / 17 Agustus 1945

Selamat hari kemerdekaan saya ucapkan untuk kawan-kawan yang membaca tulisan ini. Mari kita renungkan kembali arti kemerdekaan yang telah kita raih saat ini. Apakah telah menjadikan kita manusia merdeka seutuhnya ataukah hanya sebatas embel-embel? Boleh jadi kita sudah merasa merdeka, tapi pada hakikatnya kita masih terkungkung oleh pengaruh luar. Entah itu oleh budaya, tren masyarakat, ataupun gaya hidup.

Ramadhan akan mendidik kita menjadi fine people, bisa juga bermakna ganda : manusia yang baik dan indah perilakunya, dan juga mengartikan sebagai manusia yang penuh dengan peraturan atau denda. Kedua arti tersebut bisa benar. Namun, bagaimana bisa begitu, padahal keduanya memiliki arti dengan nuansa yang saling bertolak belakang?

Apakah pribadi atau manusia yang baik dan indah perilakunya dapat diciptakan melalui berbagai peraturan yang bisa dibilang mengekang? Atau secara logika, apakah kemerdekaan bisa dibentuk melalui pemasungan kemerdekaan itu sendiri? Sebuah pertanyaan yang paradoks. Namun, sebenarnya bisa dijawab secara logika.

Ramadhan sebagai bulan pembinaan akan menjadikan setiap perilaku kita terjaga, baik itu lisan, perbuatan, maupun akhlak kita kepada sesama makhluk Allah. Ibadah puasa akan menahan kita dari nafsu makan dan nafsu amarah yang tidak terkendali. Tentu semua peraturan itu untuk kebaikan kita semua. Hingga pada saatnya nanti, “peraturan-peraturan” Ramadhan akan membiasakan kita berperilaku baik dan melahirkan manusia-manusia yang baik (fine people).

Karakter manusia yang sudah terbina menjadi baik, bukan hal yang tidak mungkin akan melahirkan negara yang baik dan mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Baik itu merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, maupun merdeka dari ketidakberdayaan terhadap daya saing. Tidak cukup menjadi baik saja, tapi harus dilecut menjadi hebat (good to great) : bahwa predikat baik jangan sampai melenakan kita─di zona nyaman─untuk terus berupaya menjadi manusia yang hebat.

Kemerdekaan ini diperoleh dari proses sosialisasi yang panjang dan konsisten, tentu penuh dengan peraturan. Secara esensi kita merdeka, tapi masih dalam koridor yang bertanggungjawab untuk menegakkan hukum yang menjadi pelindung kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan bisa terjamin keberlangsungannya jika hukum dan peraturan tidak dilanggar. Artinya, kemerdekaan hanya bisa diberikan oleh sebuah prasyarat : jika manusianya sudah bisa mengekang diri dari perilaku yang melanggar kemerdekaan. Dan prasyarat itu, bisa terbina melalui bulan Ramadhan.

Jadi, dapatkah kita mengatakan bahwa orang-orang yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan yang tidak boleh makan dan minum sebelum waktunya, tidak boleh berkata-kata kotor, tidak boleh saling menggunjing, atau sederet kata-kata “tidak” untuk hal yang mengurangi pahala Ramadhan, adalah mereka yang dipasung kemerdekaannya? Pertanyaan ini akan menjadi “aneh” bagi pribadi muslim yang baik (fine people). Apa pasal? Karena dalam pribadi muslim yang baik (fine people), sudah tertanam nilai-nilaiyang baik dan keluhuran akhlak sehingga sederetan peraturan tadi sudah menjadi kebiasaan baik baginya. Dan pada bulan Ramadhan, kesempatan menjadi pribadi yang baik (fine people) akan sangat terbuka lebar dan akan menjadikan kita manusia yang merdeka sesungguhnya.

Selamat menjadi manusia yang merdeka!

Menjadi generasi bangsa yang merdeka!

Terinspirasi dari buku Ratna Megawangi “Semua Berakar Pada Karakter” dan koran PR, Senin 16 Agustus 2010

SATU
Anak bersekolah akan melahirkan…

SATU
keluarga berpendidikan. Bayangkan bila…

SATU
Juta anak berpendidikan, akan tumbuh…

SATU
Generasi bangsa yang merdeka dari kebodohan!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s