Ramadhan 9 : Butterfly Effect Ramadhan

Kamis, 9 Ramadhan 1431 H / 19 Agustus 2010

Teori butterfly effect mengatakan bahwa :

“Seekor kupu-kupu yang mengepakkan udara dengan sayapnya pada hari ini di Brasil dapat menyebabkan angin tornado di Texas tahun depan.”─James Glelck

Konsep itu mengajarkan kita bahwa sekecil apapun tindakan kita hari ini, akan memiliki dampak yang besar di kemudian hari. Konsep itu memberikan kita sebuah “alarm” untuk selalu berhati-hati dalam berpikir, berkata, bertindak─untuk kemudian mejadi karakter dan kebiasaan─karena kita tidak dapat memprediksi dampak hebatnya di masa mendatang. Mungkin, sekilas teori ini mirip seperti Hukum Kekekalan Energi (HKE) pada amal manusia yang sempat saya ulas sebelum ini.

Ide yang baik, perbuatan baik, pasti akan menghasilkan hal yang baik pula─sama seperti yang dikatakan HKE. Begitu pun sebaliknya dengan keburukan yang kita lakukan. Walaupun kita merasa “hanya” mengepakkan “sayap kecil”, tapi bisa saja mengakibatkan “tornado” di suatu masa mendatang. Keadaan kita hari ini adalah hasil “kepakan sayap kecil” kita di masa lalu dan mungkin saja telah terbentuk menjadi kebiasaan dan karakter pada hari ini.

“Kepakan sayap kecil” itu secara tidak kita sadari telah membuat “tornado” di masa kini, entah itu baik atau buruk. Namun, bentukan “sayap kecil” pada hari ini telah membuat suatu pola masyarakat yang cenderung berperilaku sama. Ternyata pola perilaku khas dari sebuah sistem sosial dibentuk oleh suatu konsep yang dinamakan strange attractor (daya penarik) semacam magnet yang dapat menarik apa saja yang memiliki kualitas sama.

Adanya strange attractor dalam sebuah sistem sosial akan menjadi daya tarik bagi mereka yang memang pada prinsipnya memilik kualitas yang sama dengan strange attractor itu. Semakin banyak orang yang tertarik dan berkumpul dalam kerumunan sistem itu, maka akan membentuk sebuah pola dengan ciri khas perilakunya. Seperti pada bulan Ramadhan ini, lingkungan masyarakat kita mengalami fenomena “mendadak soleh”, maka lingkungan sekitarnya akan tertarik oleh strange attractor dan kemudian akan menjadi terbawa soleh─amin.

Ramadhan akan membimbing masyarakat─khususnya muslim─menjadi pribadi yang memiliki nurani seterang matahari sehingga dapat menjadi sebuah strange attractor baru yang dapat memiliki daya tarik bagi lingkungan sekitarnya. Cahaya indahnya kepribadian itu akan terpancar. Kemudian, strange attractor tadi akan mengubah sistem sosial yang ada sekarang menjadi pola baru yang positif. Maka, kita yakin jika di negeri ini ada sekelompok orang yang berani berpikir berbeda, berani melawan arus negatif, bersama-sama menebar kebaikan, maka berdasarkan prinsip butterfly effect, hal itu dapat menghasilkan “tornado” kebaikan di masa mendatang.

“Kepakan sayap kecil” itu bisa kita mulai dari hal-hal yang kecil─tentu hal-hal yang baik─atau dengan konsep 3M : mulai dari hal-hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini. Maka, “kepakan sayap kecil” tadi bisa saja menjadi semacam strange attractor yang akan menjadi magnet bagi orang-orang di sekeliling kita. Jika saja “virus” strange attractor itu sudah menyebar, maka akan semakin banyak orang akan terinspirasi untuk terus melakukan kebaikan. Bukan hal yang tidak mungkin bahwa “kepakan sayap kecil” kita hari ini, akan mengubah wajah Indonesia beberapa tahun mendatang. Change one thing, change everything.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s