Ramadhan 16 : Ramadhan Sebagai Madrasah Bagi Manusia Pembelajar

Kamis, 16 Ramadhan 1431 H / 26 Agustus 2010

Ramadhan bisa dikatakan juga sebagai bulan momentum bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas dirinya dengan ilmu. Kentara benar perbedaan masyarakat yang pada awalnya─sebelum Ramadhan─belum terbiasa untuk mengikuti kajian atau kegiatan pembinaan keislaman, kini─saat Ramadhan─mulai membiasakan dirinya dengan aktivitas kajian mencari ilmu. Sebuah langkah yang baik untuk mengawali kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Media-media kajian ilmu pun semakin mudah didapat di bulan Ramadhan ini, mulai dari buku─tersedia banyak diskon, seminar, ceramah, hingga kultum─kuliah tunggu maghrib─di televisi. Kita baca atau dengar kajian ilmu tersebut untuk memantik gagasan dan inspirasi. Lalu cari berbagai referensi. Kristalkan menjadi pemahaman. Ikat dalam bentuk tulisan. Lalu, kita tularkan lewat amal nyata.

Kunci dunia adalah ilmu dan mengejar akhirat pun perlu dengan ilmu, maka menuntut ilmu menjadi wajib bagi setiap muslim. Selain untuk memperluas cakrawala berpikir, ilmu pun berfungsi sebagai pupuk iman. Bisa kita bayangkan tanaman yang tidak pernah diberi pupuk, maka ia akan layu secara cepat atau lambat. Begitu juga halnya dengan manusia, jika tidak “memupuki” diri dengan ilmu, maka kita pun bisa “layu” sebelum berkembang.

Dalam proses belajar mencari ilmu, tentu kita tidak dapat menghindari pertemuan dengan kesalahan. Setiap orang yang belajar pasti pernah melakukan kesalahan, karena pada hakikatnya dari kesalahan pun kita sedang belajar untuk menjadikan diri lebih baik. Dalam proses belajar, tidak harus kita menemui kesuksesan di ujung pengembaraan kita, bisa saja kita menemui kegagalan. Namun, pada hakikatnya proses pengembaraan itu lah yang menjadi media pembelajaran bagi kita.

Orang yang salah karena berbuat masih lebih baik daripada orang yang tidak pernah salah karena tidak pernah berbuat.

Menjadi manusia pembelajar berarti selalu sibuk dengan aktivitas belajar. Tidak mesti berbentuk fisik. Entah itu belajar dari alam, belajar dari kondisi kemasyarakatan, ataupun belajar dari lingkungan terdekat kita. Belajar dengan menulis─menurut 8th Habit─akan lebih menguatkan alam bawah sadar kita. Menulis dengan memilah kata, memilih kalimat, mengikat makna, dan menggandakan kebermaknaannya dengan membagikan. menulis─menurut Ibnul Jauzy─adalah salah satu amal jariyah sesudah mati.

Sekali lagi, saya tidak bosan-bosannya menuliskan ini : Ramadhan adalah bulan momentum bagi kita untuk memulai kebiasaan-kebiasaan yang baik. Terasa begitu mudahnya fasilitas bagi kita untuk mencari ilmu. Sangat disayangkan jika kemudahan-kemudahan itu tidak dapat kita manfaatkan dengan baik. Maka, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan bagi yang membaca tulisan ini untuk sama-sama memanfaatkan media pembelajaran saat Ramadhan ini dengan baik. Belajar untuk menjadi manusia pembelajar yang diharapkan bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain.

Belajar─menurut Arvan Pradiansyah─bukan sekedar mencari gelar atau kebutuhan mental (to learn), tapi juga to act (untuk meningkatkan amal), to teach (untuk bisa mengajarkan), to share (untuk bisa berbagi), dan to leave a legacy (untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Maka, lagi-lagi saya─khususnya─mengingatkan diri saya sendiri dan bagi yang membaca tulisan ini, mari kita sama-sama berjuang untuk tidak membiarkan hidup kita tanpa cita-cita mulia dan marilah kita berjuang untuk meninggalkan warisan yang berharga setelah kita mati suatu saat nanti

Harapan Enong adalah ingin pandai berbahasa Inggris meski semua orang mengatakan sudah sangat terlambat untuk belajar dan tak ada gunanya pintar bahasa Inggris. Ingin bicara dengan siapa? Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri. Pasti hal itu yang dialami Enong. ─Andrea Hirata : Dwilogi Padang Bulan hal. 197

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s