Ramadhan 18 : Mumpung (Masih) Ramadhan

Sabtu, 18 Ramadhan 1431 H / 28 Agustus 2010

Ramadhan telah memasuki hari yang ke-18. Entah apakah pergeseran waktu ini terasa atau tidak, tapi yang pasti waktu tidak pernah bisa diajak berkompromi. Romantika Ramadhan yang dirasakan bergantung pada bagaimana cara seseorang memanfaatkan setiap waktunya. Ada yang biasa-biasa saja, ada yang luar biasa─saking disibukkan dengan kebaikan, tergantung bagaimana kita memilih pilihan itu. Namun, satu hal yang pasti, kita tidak bebas memilih konsekuensinya.

Ramadhan tak ubahnya adalah nama bulan diantara sebelas bulan Islam lainnya. Namun, bulan yang satu ini teramat istimewa untuk kita lewatkan begitu saja tanpa makna. Ada semacam setrum yang akan menggetarkan hati para manusia yang merindukannya. Ramadhan juga telah menjadi magnet kerinduan bagi setiap orang yang pernah melaluinya dengan sukses. Kita─umat muslim─seolah masuk karantina besar yang akan menggodok setiap insan menjadi pribadi yang bertakwa, seperti yang dijanjikan Allah dalam ayat-Nya yang mulia, “… agar kamu bertakwa.

Lalu yang menjadi pertanyaan kini adalah bagaimana kabar Ramadhan kita sampai hari ini? Apakah masih membakar ataukah sudah terpadamkan oleh hawa nafsu dunia? Apakah masih idealis dengan target-target Ramadhan kita atau sudah berubah menjadi realistis karena terkalahkan oleh kesibukan dunia? Tentu, pertanyaan ini akan menjadi semacam todongan yang akan menggertak kita─khususnya diri saya sendiri─dari kelalaian.

Saya begitu terkesan dengan orang-orang yang totalitas dalam memanfaatkan bulan Ramadhan ini. Mereka tidak pernah terlihat menganggur dari kebaikan, selalu sibuk dalam beramal. Mereka tidak pernah lalai untuk ikut memakmurkan masjid Allah, bahkan selalu menjadi langganan shaf terdepan. Mulut mereka pun tak pernah berhenti komat-kamit dari membaca Al-Quran, tidak pernah luntur dengan komitmen “1 Day 1 Juz”-nya. Tangan kanannya pun sibuk mengulur, sedangkan tangan kirinya disembunyikan rapat-rapat. Sungguh mengagumkan!

Namun, dibalik itu ada juga yang menganggap bahwa bulan Ramadhan tak ada bedanya dengan bulan-bulan yang lain. Yang menjadi pembeda adalah makan dan minum saja, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah, “Banyak orang yang berpuasa tapi hanya mendapat lapar dan haus saja..”. Tidak ada sesuatu yang spesial untuk dilalui. Tidak ada amal unggulan yang dilakukan. Kesehariannya tak ubahnya seperti grafik lurus mendatar, monoton!

Tentu hal ini menjadi refleksi bagi kita─khususnya diri saya sendiri, apakah di hari yang ke-18 ini kita sudah memaksimalkan segala potensi diri kita? Ataukah masih enggan karena menganggap Ramadhan tahun depan masih akan ada. Apakah target-target Ramadhan yang kita rencanakan dan susun dengan indah lalu kita hias di dinding kamar telah berhasil kita penuhi? Tentu, pertanyaan ini seyogianya tidak perlu dijawab dengan kata-kata.

Pertanyaan-pertanyaan tadi telah menjadi refleksi bagi saya, apakah saya sudah ikut memakmurkan masjid-Nya dalam setiap waktu sholat berjamaah─jika kondisi memungkinkan? Apakah sudah membasahi lisan dengan bacaan-bacaan Al-Quran? Apakah tangan kanan saya sudah dibiasakan untuk mengulur daripada menengadah (meminta)? Dan masih banyak sederet pertanyaan yang jika pertanyaan itu perlu dijawab secara tertulis, maka saya akan malu dibuatnya karena masih belum ada apa-apanya.

Saya tidak akan bosan menuliskan bahwa Ramadhan adalah momentum. Inilah saatnya bagi kita untuk mentransformasi diri menjadi pribadi bercahaya. Pribadi yang selalu siap dengan tantangan zaman. Bulan-bulan berikutnya merupakan ajang pembuktian terhadap kualitas keimanan kita, apakah tetap tangguh ataukah terombang-ambing lalu tenggelam ditelan zaman? Ramadhan inilah saatnya. Mumpung (masih) Ramadhan karena kita tidak tahu kapan datangnya ajal. Mumpung (masih) menikmati Ramadhan, bulan yang menjadi karantina untuk melahirkan pribadi-pribadi yang bertakwa─la’allakum tattaqun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s