Ramadhan 21 : Ramadhan Akan Membantumu Berhenti Merokok, Percayalah!

Selasa, 21 Ramadhan 1431 H / 31 Agustus 2010

Saya yakin kebiasaan merokok yang dialami oleh sebagian orang diawali dengan masa coba-coba, orang menyebutnya iseng. Berawal dari melihat lingkungan terdekatnya, lalu otaknya mulai teracuni dengan sugesti “Jika tidak merokok, maka tidak jantan”, kemudian angan-angannya mulai menggebu untuk menghisap “Tuhan 9 cm” itu, lalu ketika menghisap asap untuk pertama kalinya, ia terbatuk-batuk. Namun, ia malah bangga karena telah mendapat predikat jantan.

Perbuatan yang terus dilakukan berulang-ulang kemudian mengkristal menjadi habit, dari habit itulah kemudian berkembang menjadi karakter yang mengakar, sulit sekali diubah. Selain itu, efek nikotin dari rokok pun akan membuat jerat candu. Hingga secara tidak sadar, rokok sudah dianggap sebagai kebutuhan. Lalu, timbullah sugesti “Sepertinya ada yang kurang jika belum merokok”.

Saya yakin, orang-orang terdekat perokok aktif pun sangat menginginkan agar ia berhenti merokok. Selain karena faktor pertimbangan kesehatan, orang-orang di lingkungan terdekatnya pun sangat merindukan udara segar, tanpa tercemar asap rokok. Maka, inilah keburukan merokok nomor 1 : membabat hak orang lain untuk menggirup udara segar.

Selain itu, mari kita pertimbangkan dari segi psikologis. Saya pernah mendengar langsung salah satu alasan orang merokok, katanya merokok akan membuat hati lebih tenang. Lagi-lagi perlu saya katakan (tuliskan), itu hanyalah sugesti sesat. Ketenangan hati yang dirasakan tidak lebih dari panjangnya batang rokok, semakin memendek batang rokoknya─karena dihisap─akan semakin pendek pula ketenangan yang dirasakan. Ketenangan sejati itu adalah ketika kita yakin kepada Allah, percayalah.

Dilihat dari segi ekonomi pun, merokok akan menghambat para perokok untuk hidup sejahtera. Coba bayangkan, jika sehari merokok hingga dua bungkus, maka pengeluaran untuk rokok akan habis sekitar (kurang lebih) 20.000 per hari. Dalam sebulan, pengeluaran akan mencapai 600.000 per hari. Jika saja pengeluaran untuk rokok ditabung untuk biaya haji atau umroh, akan lebih memberdayakan! Saya pun merasa heran dengan orang-orang yang berdemo menuntut gaji yang memadai, tetapi masih sempat-sempatnya membeli rokok. Justru rokok itulah yang menjadi penyebab gaji tidak memadai.

Tidak perlulah saya menjabarkan secara detail dan merunut kepada pakar kesehatan ihwal bahaya merokok itu. Saya yakin para perokok itu pun sudah mengetahuinya, tapi saya tidak yakin para perokok itu bisa membaca. Pasalnya, di setiap bungkus rokok tertulis peringatan ihwal bahaya merokok, tapi tidak digubris. Alangkah baiknya produsen rokok dengan jujurnya menuliskan peringatan itu. Tidak heran jika pedagang yang jujur pasti akan laku dagangannya. Mungkin, peringatan bahaya merokok itu perlu ditambahkan kalimatnya :

Merokok dapat menyebabkan impotensi, gangguan kehamilan, janin, tidak terkabulnya doa, mengundang hujatan dari orang lain, lebih dekat kepada pemborosan, ketidak-efektif-an waktu, dan tidak ada manfaatnya.”

Saya yakin para perokok itu pun ingin sekali berhenti merokok. Apalagi orang-orang terdekat yang menyayanginya, percayalah. Mintalah orang terdekat Anda (khususnya para perokok) untuk selalu memperingatkan Anda ketika merokok. Hal tersulit yang menghalangi orang berhenti merokok ialah kurangnya kemampuan untuk mengendalikan diri (self-control). Asal kemampuan self-control-nya bagus, ditambah ada kemauan kuat untuk berubah, maka efek adiktif atau kecanduan nikotin sebenarnya bukanlah hal yang terlalu sulit dilawan.

Nah, Ramadhan inilah saatnya. Ramadhan inilah momen yang tepat untuk berhenti merokok. Puasa yang dijalani akan membentuk mental self control yang baik. Puasa akan melatih diri untuk menahan dari segala hal yang tidak berguna. Puasa justru akan membuat orang yang menjalaninya sibuk dengan kebaikan dan kebiasaan itu akan mengakar dalam diri lalu menggantikan kebiasaan lama yang tidak baik (dalam konteks ini : merokok). Puasa akan membentuk pribadi yang bertakwa dan menurut sabda Rasulullah, “Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.(HR. Tirmidzi)” Jika sudah terlepas dari rokok, maka tidak ada lagi waktu yang terbuang percuma hanya untuk sekedar menghisap habis “Tuhan 9 cm” itu. Percayalah, ini masalah kemauan dan tekad yang kuat! Saya siap membantu Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s