Ramadhan 23 : Maukah Keimanan Kita Ditukar?

Kamis, 23 Ramadhan 1431 H / 2 September 2010

Kadang kita tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya nikmat yang paling besar─yang kita miliki─adalah nikmat Iman dan Islam. Kenikmatan yang selama ini kita rasakan (masih) hanya sebatas nikmat harta kekayaan, ilmu yang bermanfaat, usia, dan kenikmatan lain yang berlabel dunia. Memang, pada dasarnya setiap yang kita peroleh adalah nikmat, tapi bisa saja nikmat itu berubah menjadi laknat karena tidak mampu disikapi dengan baik.

Menyikapi nikmat yang baik adalah dengan bersyukur, walau hanya sebatas mengucap Alhamdulillah. Allah pun menjanjikan bahwa setiap kita mensyukuri kenikmatan dari-Nya, maka akan semakin bertambah kenikmatan itu. Tidak hanya bertambah secara lahiriyah, tapi juga akan bertambah dalam bentuk ketenangan hati.

Namun, terkadang kita lupa untuk mensyukuri nikmat yang paling besar─iman dan Islam. Pernahkah kita menyadari seberapa besarnya nikmat Iman dan Islam ini? Saking besarnya nikmat itu, kita tidak mampu menuliskannya walau dengan isi tinta sebanyak samudra dan kertas dari kayu-kayu pohon dunia ini. Iman dan Islam yang melekat pada diri kita akan melahirkan ketenangan hati, itulah salah satu contoh “kecil” kenikmatan yang “tidak terasa”.

Pernahkah kita berada dalam suatu lingkungan yang jauh dari nilai-nilai religiusitas tapi masih mengokohkan hati kita untuk tetap menjalankan kebaikan? Lagi-lagi, itulah kenikmatan dari iman dan Islam yang kita miliki. Ketika adzan berkumandang, ada orang-orang yang sibuk memperbanyak langkahnya menuju masjid, ada juga orang-orang yang seolah menutup telinganya, tak menggubris. Pun perasaan tidak ingin tertinggal shalat berjamaah adalah contoh lain dari kenikmatan iman dan Islam.

Kadang ada orang yang merasa dirinya “tidak berguna” jika belum memberi manfaat untuk orang lain, ada pula orang yang merasa biasa-biasa saja, malah sibuk mengharapkan bantuan orang lain. Perasaan “tidak berguna” itulah yang merupakan suatu bentuk kenikmatan lain dari Iman. Ketika berada dalam lingkungan yang maksiat, hati kita terus membunyikan “alarm” untuk segera melawan kemaksiatan itu. Lagi-lagi, itu merupakan suatu bentuk kenikmatan dari Iman.

Ada orang yang memanfaatkan waktu luangnya dengan bermain kartu atau sesuatu hal yang kurang bermanfaat, tapi ada juga orang yang memanfaatkan waktu luangnya dengan membaca─buku atau Al-Quran─dan ia merasa lebih bahagia dengan kegiatan membacanya. Keasyikan dalam kebaikan itulah yang menjadi kenikmatan baginya. Sungguh besar sekali kenikmatan Iman dan Islam bagi kita, tapi kadang kita─khususnya saya─tidak menyadarinya.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah : maukah keimanan kita ditukar dengan kenikmatan duniawi? Jawabnya : Harus mau! Mengapa? Karena keimanan kita─khususnya saya─ini tidak ada apa-apanya, jadi saya mau keimanan yang tidak ada apa-apanya ini ditukar dengan keimanan yang lebih baik sekaligus mendapatkan kenikmatan duniawi sebagai kendaraan untuk lebih mensyukuri nikmat dari-Nya.

Nah, Ramadhan─apalagi di malam-malam terakhir ini─adalah momen yang tepat bagi kita untuk merenungkan kembali nikmat Iman dan Islam yang bersemayam dalam diri kita. Ramadhan saat yang kondusif untuk menumbuhkan (lagi) dan mengokohkan keimanan kita melalui amalan-amalan Ramadhan.

Semoga Ramadhan ini akan menjadikan kita seperti kepompong yang bersemayam dalam medan kontemplasi untuk mengadakan perubahan-perubahan diri yang berarti dan kemudian muncul menjadi kupu-kupu yang indah. Amin.

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S Al-Ahqof : 15)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s