Ramadhan 26 : Memilih Menjadi Bagian Minoritas

Ahad, 26 Ramadhan 1431 H / 5 September 2010

Mungkin kawan-kawan sudah pernah mendengar atau membaca kisah ini. Kisah tentang khalifah Umar bin Khatab ra yang bertemu dengan seorang Badui di pasar. Lalu Umar mendengarkan lelaki Badui itu sedang melantunkan doa yang dianggapnya aneh. Begini doanya, “Ya Allah, jadikanlah aku ke dalam golongan hamba-Mu yang sedikit (minoritas).”

Demi mendengar doa yang aneh itu, kemudian Umar memukul Badui itu dengan cambuknya seraya berkata, “Apa maksudmu dengan doamu itu?” kemudian Badui itu pun menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, ketahuilah bahwa Allah telah berfirman : Dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur (Q.S Saba : 13), maka aku memohon kepada-Nya agar menjadikan aku termasuk golongan mereka yang sedikit itu.” Lalu Umar merenung seraya menggumam kepada dirinya sendiri, “Semua orang telah menjadi lebih mengerti tentang agama daripada daripada dirimu, wahai Umar.

Begitulah sang Badui memaknai arti kata sedikit itu. Memilih menjadi pribadi minoritas yang unggul ketimbang memilih menjadi pribadi yang biasa-biasa saja seperti mayoritas manusia. Begitu pun Ramadhan, bulan yang seolah menjadi seleksi alam bagi segenap umat Muslim untuk memilah dan memilih umat muslim yang benar-benar konsisten hingga penghabisan. Seleksi alam itu sangat kentara di penghujung Ramadhan ini.

Jika kita mengingat kembali saat awal-awal Ramadhan, bagaimana penuhnya masjid-masjid oleh jamaah tarawih, bagaimana riuhnya waktu subuh, hingga kesibukan ibadah-ibadah lainnya. Lambat-laun, pelan tapi pasti, secara perlahan intensitas itu pun berkurang. Barisan sholat berjamaah mulai menyusut ke depan, yang menjadi pemakmur masjid hanya orang yang itu-itu saja, menandakan para kontestan lain telah gugur sebelum pertandingan sesungguhnya.

Begitulah, mayoritas masyarakat sudah mulai beralih konsentrasi ke pusat-pusat perbelanjaan, jalan raya (mudik), hingga sibuk dengan pekerjaan dapurnya. Dalih mereka adalah untuk mempersiapkan Idul Fitri. Justru itu terjadi ketika Ramadhan memasuki masa-masa klimaksnya. Masa-masa dimana Allah menjanjikan Lailatur Qodar. Ibarat undian, sang kontestan melewatkan kesempatan emas untuk mendapatkan grand prize-nya. Hanya orang-orang “terpilih” yang masih konsisten bertahan hingga garis akhir. Itu pun hanya sedikit, golongan minoritas.

Maka, perlu kita pertanyakan kembali tentang makna “Idul Fitri” yang selama ini dianut oleh (mayoritas) masyarakat kita. Idul fitri selama ini dimaknai sebagai “menjadi manusia baru”, tapi makna “baru” masih sebatas pada tampilan fisik, bukan hati. Oleh karena itu, mayoritas masyarakat kita disibukkan dengan membeli baju lebaran, membeli aksesoris baru, hingga hal-hal kecil pun rasanya belum pas jika belum membeli baru. Telah terjadi pergeseran nilai tentang makna back to fitrah. Maka, jangan heran jika tidak merasakan perubahan yang berarti selepas masa Ramadhan.

Di samping itu, orang-orang yang tetap bertahan hingga menjelang penghabisan Ramadhan bisa dihitung dengan jari. Hanya sedikit orang-orang yang bertahan, merekalah golongan minoritas. Hanya sedikit pula yang mengoptimalkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan beritikaf di masjid, mereka pun termasuk golongan minoritas. Maka, jangan heran jika yang benar-benar mendapat predikat “Idul Fitri” adalah mereka dari golongan minoritas.

Sedikit orang yang konsisten hingga akhir. Sedikit yang mau bertahan. Sedikit yang mau berjuang. Yang minoritas inilah yang menjadi pengharum Islam, pelopor perubahan, penggerak kebaikan. Sedikit tapi berkualitas, itulah keberkahan. Yang minoritas itulah yang menentukan. Bisa jadi sukses besar kita ditentukan oleh potensi kecil kita. Mungkin masih terpendam belum digali dan dimanfaatkan. Mungkin dari golongan minoritas inilah yang bisa menjadi cikal bakal perubahan golongan mayoritas ke arah yang lebih baik. Lalu, kita ada di golongan yang mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s