Setelah Ramadhan Berlalu

Lantunan azan menggema ke penjuru-penjuru bumi
Menyiratkan tabir kerinduan pada-Mu
Langkah-langkah kaki bergegas menuju rumah-Mu
Untuk sekedar mengobati kerinduan jiwa
Tapi, kali ini berbeda
Jamaah mulai menyusut
Hanya orang-orang terpilih saja yang masih memakmurkan masjid-Mu
Ada apa ini?
Ah, aku lupa
Ramadhan telah berlalu…
siklus hidup sebagian masyarakat telah kembali pada asalnya bermula…

Kumelihat sesosok manusia berperawakan jangkung
Dengan batang 9 cm diselipkan diantara jari tengah dan telunjuknya
Tak sembarang batang, batang yang mengepulkan asap
Asap yang menerabas habis hak-hak orang lain untuk menghirup udara segar
Ah, mengapa bisa begini?
Padahal bulan kemarin tidak seperti ini
Ah, aku lupa
Ramadhan telah berlalu
Para perokok itu masih saja betah dengan kebiasaan lamanya
Tak peduli pada orang-orang terdekatnya
Padahal, bisa saja asap rokok itu mengundang hujatan orang lain…

Kududuk manis di depan layar televisi
Kumencari-cari tayangan yang berarti
Sekian lama kumencari
Tak kunjung kudapati
Kecuali hanya secuil ujung jemari
Itu pun tayang pada masa-masa tertentu saja
Tayangan televisi pun kembali pada tabiatnya
Banyak mempertontonkan aurat, cekikikan, dan banyolan kosong
Sejenak kubertanya dalam hati
Ada apa ini?
Ah, aku lupa
Ramadhan telah berlalu…
Hasrat duniawi itu tumbuh dan berkembang lagi…

Kurindu pada lantunan ayat-ayat Al-Quran yang saling bersahut-sahutan
Saling membingkai dalam satu ikatan keyakinan pada Rabb-Nya
Lisan mereka tak pernah kering dari tilawah
Tak pernah surut oleh langkah kepahitan
Namun, kemanakah kini irama yang saling bersahut-sahutan itu?
Ah, aku lupa
Ramadhan telah berlalu…
Masihkah semangat itu bersemayam di dada kita?

Ku terinspirasi oleh ayunan tangan
Ayunan tangan sang dermawan
Yang tak pernah berat menyisihkan rezekinya
Yang tak pernah merasa akan kekurangan
Mereka tak takut harta mereka akan berkurang
Karena mereka yakin dengan janji Allah dan Rasul-Nya
Tidak akan berkurang harta dengan sedekah
Tidak akan berkurang harta dengan sedekah
Tidak akan berkurang harta dengan sedekah
Begitu kata Rasulullah
hingga terucap tiga kali dari lisannya yang mulia
Namun, kemanakah inspirasi itu kini?
Ah, aku lupa
Ramadhan telah berlalu
Masihkah ada spirit of giving itu di sudut jiwa kita?

Ku terkagum-kagum dengan semangat sang pembelajar
Yang tak pernah surut semangatnya untuk menuntut ilmu
Ilmu yang akan menjadi sang pencerah
Untuk dunia dan akhiratnya
Ilmu yang akan menjadi pupuk bagi imannya
Dan akan terus menerangi jalan hidupnya dalam kebenaran
Namun, kumencari-cari dimakah semangat itu kini?
Ah, aku lupa
Ramadhan telah berlalu…
Masihkah bersemayam dalam sanubari kita gelora sang manusia pembelajar itu?

Ah, aku lupa
Bahwa Ramadhan telah berlalu
Keadaan tidak selalu sama
Bahwa tantangan iman akan semakin berat
Ke-istiqomah-an akan teruji
Hingga pada saatnya nanti
Terlihatlah manusia-manusia yang tetap istiqomah pada kebenaran…

Mungkinkah kita?
Aku berharap dalam kecemasan mendalam
Namun, aku berharap pada rahmat-Mu ya Rabb
Sungguh, tidak perlu kumeragu jika berharap pada-Mu…

Ah, aku lupa
Ramadhan telah berlalu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s