Men-charge Stamina Iman

Apa kabar kondisi stamina iman Anda hari ini? Semoga selalu diberi keistiqomahan dalam jalan kebaikan. Pernahkah suatu ketika Anda merasakan kegersangan hati? Kondisi ketika stamina iman Anda melemah? Kondisi stamina iman yang melemah akibat kelelahan melayani urusan dunia. Sebagai manusia, tentu kita pernah melewati fasa-fasa itu. Kita bukanlah Malaikat yang memiliki stamina keimanan yang konstan. Kita juga bukan Nabi yang memiliki stamina keimanan yang terus meningkat. Kita hanyalah manusia yang memiliki stamina iman yang berfluktuatif, naik-turun.

Kehidupan manusia kadang tak bisa dihindarkan dari urusan duniawi yang semu. Urusan dunia yang kadang mendapat porsi yang lebih besar ketimbang urusan akhirat. Akibatnya, urusan-urusan dunia itu akan mengikis stamina keimanan kita. Satu hal yang perlu dilakukan ketika stamina keimanan kita sedang melemah adalah : Men-charge-nya. Ibarat mobil yang menepi ke pit-stop untuk mengisi kembali bekal perjalanannya.

Keimanan memerlukan pupuk untuk menumbuh-suburkannya. Dan ilmu adalah pupuk dari iman. Maka, mencari ilmu menjadi wajib bagi seorang muslim karena tidak hanya akan membuka pintu dunia, tapi juga akan membuka gerbang akhirat. Ilmu merupakan hal yang paling dirindukan oleh sang manusia pembelajar. Sang manusia pembelajar akan mentransformasikan ilmu yang didapatnya menjadi sebuah nilai kebermaknaan dan aspek kebermanfaatan bagi orang lain. Maka, konsep yang diusung oleh sang manusia pembelajar adalah long life learner. Belajar tanpa henti dari buaian hingga liang lahat : Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi.

Salah satu cara lain untuk men-charge iman adalah dengan mengikuti majelis taklim. Hiruk-pikuknya kehidupan akan melemahkan stamina iman kita. Maka, cobalah untuk mengikuti majelis-majelis ilmu yang ada. Selain untuk menambah kapasitas diri dengan ilmu, hati kita pun akan memperoleh ketenangan.

“Tidak ada suatu kaum pun yang duduk berzikir kepada Allah Ta’ala kecuali mereka akan dikelilingi oleh Malaikat, akan diliputi rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah kepada siapa-siapa yang berada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)

Luangkanlah waktu untuk berhenti sejenak dan men­-charge kembali ruhiyah yang sempat redup. Sempatkanlah barang sebentar untuk mengisi kembali energi batin dan stamina iman kita agar tetap kuat melanjutkan perjalanan kehidupan. Istirahatkan sejenak kehidupan dunia kita dengan perenungan yang mendalam dan kesyukuran agar segalanya lebih berarti.

Kini, banyak sekali media yang bisa menjadi oase ilmu. Dunia internet kian semakin maju, dunia perbukuan sudah semakin berkembang dan semakin banyak variannya. Tak perlu kita menyusahkan diri dengan alasan-alasan yang sebenarnya merupakan rekayasa diri sendiri. Ilmu Allah itu tersebar di seluruh penjuru bumi, ayat-ayat qauniyah sengaja dihamparkan-Nya di muka bumi ini agar menjadi pelajaran bagi kaum yang berfikir. Begitulah, sang manusia pembelajar tidak akan berhenti belajar. Pada hakikatnya, belajar atau menuntut ilmu adalah upaya kita untuk mengenal diri sendiri dan mengenal Allah. Ilmu yang didapat semoga akan menjadi keberkahan dan terejawantahkan dalam iman dan juga amal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s