Berbagi dan Apresiasi Dalam Dunia Maya

Setiap orang tentu memiliki kebutuhan untuk berbagi dan setiap orang pun memiliki hak untuk diapresiasi. Salah satu syarat untuk bisa berbagi adalah keterbukaan diri. Begitu pun yang terjadi dalam dunia maya. Dengan maraknya jejaring sosial, setiap orang dituntut untuk bisa berbagi dengan orang lain. Dalam konteks berbagi itulah, ketebukaan menjadi sangat penting. Misalnya, saya harus terbuka kepada para pembaca agar saya bisa berbagi melalui media yang hendak saya gunakan—blog, milis, atau facebook. Begitu juga sebaliknya, pembaca harus bersikap terbuka dalam memberikan tanggapan dan apresiasi. Jika tidak, media internet—blog, milis, atau facebook—hanya berlaku satu arah saja dan hanya berfungsi sebatas media pengumuman.

Hal yang sama juga berlaku untuk notes Facebook, tentu penulis note memiliki maksud agar tulisannya bisa ditanggapi dan—jika perlu—diapresiasi dengan menge-tag teman-teman tertentu. Hal itu dimaksudkan agar pemikiran penulis yang tertuang dalam note Facebook bisa ditanggapi oleh para pembaca dan nantinya terjadi diskusi yang menarik dan hidup. Mungkin saja dari diskusi itu muncul suatu pemikiran dan pemahaman yang baru, atau mungkin bisa mengoreksi pemikiran penulisnya yang (masih) salah. Akan tetapi, jika tidak ada yang menanggapi, note Facebook itu hanya berlaku sebagai media informasi satu arah saja dan tidak hidup.

Mungkin juga para pembaca bingung untuk menanggapi dan tidak tahu harus berkomentar apa, tapi setidaknya sedikit apresiasi sangat berharga untuk bisa menghargai karya orang lain dan menumbuhkan semangatnya untuk terus berkarya. Rasanya, tidak sulit untuk mengucapkan terimakasih dan memberi penghargaan. Atau jangan-jangan untuk melakukan itu pun sulit? Atau mungkin pembaca lebih senang bersembunyi (hidden) dan nyaman dengan posisinya sebagai pembaca saja? Media internet kian begitu hidup dalam keseharian kita, sayang sekali jika tidak menjadikan kita sebagai kontributor kebermanfaatannya.

Lalu, yang membuat saya penasaran : Mengapa pada forum-forum tertentu sebagian pembaca enggan berkomentar dan berbagi pendapat? Apakah karena topiknya kurang menarik? Ataukah memang tidak perlu dikomentari?

3 thoughts on “Berbagi dan Apresiasi Dalam Dunia Maya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s