Catatan Rihlah (2) : Rekam Jejak Perjalanan

Hari Ahad kemarin, saya dan keempat laskar Tambang—Andika, Ari, Budi, dan Dida—sengaja meluangkan waktu di akhir pekan untuk me-refresh kembali pikiran dan jiwa yang telah jenuh oleh rutinitas dan kesibukan—atau sok sibuk? Kali ini kami mengadakan rihlah ke Kawah Putih Ciwidey. Walaupun bukan objek wisata yang asing, tapi bagi saya rihlah ke Kawah Putih adalah yang pertama kali. Ya, hitung-hitung mengunjungi tempat yang berbeda dari biasanya.

Maklum, diantara kami berlima tidak ada yang hafal betul rute menuju Kawah Putih. Alhasil, kami sempat salah jalan untuk jarak yang sangat jauh—nyasar hingga Pangalengan. Mau tidak mau, kami harus berbalik arah hingga pertigaan Banjaran (kira-kira memakan waktu satu jam bolak-balik). Barangkali begitulah filosofinya seseorang yang telah menyimpang dari jalan yang lurus. Ia harus kembali ke jalan yang seharusnya, meskipun harus ditempuhnya dengan susah-payah dan perjuangan yang tidak mudah. Dari pengalaman itu juga, saya belajar bahwa menjadi manusia harus bersikap rendah hati terhadap masukan orang lain. Mau menerima saran dari orang lain untuk tujuan bersama. Jika tidak, risikonya (mungkin) akan salah dalam melangkah.

Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam—normalnya 2 jam—dan melelahkan, kami tiba juga di lokasi Kawah Putih. Jarak dari gerbang depan menuju lokasi Kawah berjarak sekitar 5,6 km dan harus ditempuh dengan perjalanan menanjak. Bukan saya saja yang merasa lelah, tapi sepeda motor saya pun rasanya sudah lelah. Tanjakan dilalui dengan berat, seolah telah kehabisan nafas. Akhirnya, tiba juga di lokasi Kawah Putih. Sesuai dengan rencana, kami mengisi perut dulu dengan bekal yang kami bawa masing-masing. Makan botram di tengah suasana berkabut kala itu—sehabis hujan—menjadi nuansa tersendiri.

Maklum, saya baru pertama kali mengunjungi Kawah Putih, jadi sensasinya berbeda dari orang yang pernah ke Kawah Putih Sebelumnya. Selain itu, udara segar dan aroma belerang seolah bersaing untuk bisa dihirup oleh saya. Benar-benar suasana yang baru, alam menjadi ladang inspirasi bagi saya. Kebesaran Allah begitu terasa melalui ciptaan-Nya yang terhampar di pelataran alam juga kehidupan masyarakatnya. Benar-benar memanjakan mata, menyegarkan pikiran, dan membangunkan kembali jiwa yang jenuh. Ketika kita bergabung dengan berbagai kalangan masyarakat dengan aneka ragam latar belakang dan tradisi, dan dengan makhluk hidup dan nuansa alam yang lebih luas, maka kita akan menyentuh kebijakan alam.

Namun, rasanya sayang sekali jika objek-objek wisata tidak dirawat dengan baik. Banyak sampah berserakan dan aksi vandalisme yang terjadi justru akan merusak keharmonisan alam itu sendiri. Manusia tidak bisa berbuat secara bebas (human centered), tapi harus berbuat bersama alam (universe centered). Alam merupakan sumber hukum, sumber ekonomi, sumber ilmu pengetahuan, sumber teknologi, sumber seni budaya, sumber kesehatan, dan sumber inspirasi kemanusiaan. Maka, seyogianya penataan objek wisata menjadi perhatian penting pemerintah setempat—dan masyarakat tentunya. Selain untuk menambah pemasukan daerah, hal itu juga untuk menjaga kelestarian alam.

Kami tidak berlama-lama di lokasi Kawah Putih karena waktunya agak mepet. Kami baru tiba pukul 2 siang dan beres makan ditambah istirahat pukul 3 sore. Hal ini juga karena kami sempat nyasar ke Pangalengan. Tapi tak apalah, toh dari situ kami juga bisa tetap mengambil pelajaran. Kini, saya sudah hafal mana rute menuju ke Pangalengan dan mana yang menuju Kawah Putih Ciwidey. Jika ada orang yang bertanya di perjalanan, akan saya jawab dengan mantap : ke Pangalengan belok kiri di pertigaan Pasar Banjaran; sedangkan ke Kawah Putih Ciwidey lurus saja😀 Di luar semua itu, rencana awal kami untuk melakukan rihlah rutin sudah terlaksana. Insya Allah akan ada objek-objek berikutnya.

Perjalanan pulang menuju Bandung terasa lebih ringan karena jalanan menurun. Ditambah dengan udara yang segar sehabis hujan. Jalanan tidak begitu macet sehingga saya bisa memacu sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Sepanjang jalan dari Kawah Putih hingga menuju perbatasan antara Kabupaten dan Kota Bandung terasa sangat melelahkan. Butuh konsentrasi tinggi dalam berkendaraan di jalur Kabupaten karena intensitas kendaraan cukup banyak dan rata-rata berkecepatan tinggi. Lengah sedikit saja, bisa gawat! Adat jalanan itu keras, kawan! Perilaku manusia di jalanan bisa berubah 180 derajat. Manusia seolah berubah menjadi homo homini lupus . Dari perjalanan itu juga, saya baru tahu mengapa balap motor disebut olahraga : melelahkan dan butuh stamina yang prima! Alhamdulillah, setelah kurang lebih satu setengah jam kami tiba juga di Bandung pukul 18.20, mampir dulu ke basecamp di rumah Ari.

Sekali waktu, lakukanlah perjalanan untuk menyegarkan kembali suasana hidup, untuk melihat perihal dunia di luar dunianya, untuk melihat hal-hal baru, tempat-tempat yang lain. Perjalanan adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Kita pun tidak akan merasa bahagia saat melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, selama rasa duka masih menyelimuti diri kita. Pikiran juga jika dibiarkan akan berkelana ke tempat-tempat yang menawarkan kesuntukan, yang kemudian akan menyulutkan rasa ketidak-gairahan dalam beraktiivitas. Maka, jangan pernah biarkan pikiran itu berkelana semaunya, ikatlah di tempat-tempat yang memberikan manfaat dan pelajaran.

Oleh karena itu, sesekali keluarlah bersama keluarga atau teman-teman untuk melakukan rihlah dan rekreasi. Dengan rekreasi, Anda akan lebih dekat dengan orang-orang di sekitar Anda. Kesegarannya akan memperbaharui gairah hidup dan akan membuang kejemuan. Maka, berkelanalah dari perasaan dan pikiran yang satu ke perasaan dan pikiran yang lain—yang lebih baik—agar kita bisa mendapat kebahagiaan dan inspirasi yang baru. Jadi, pada hakikatnya, tidak tubuh saja yang berkelana, tapi pikiran dan jiwa pun ikut berkelana menuju ladang inspirasi yang baru dan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s